Kisah Ada Surga di Telapak Kaki Ibu (Bag. II)

November 16th, 2007 by desmeli

Gb8_1

Lebih Taat dari Nabi Dawud AS

 

 Dikisahkan,
suatu ketika nabi Dawud a.s. membaca kitab Zabur,lalu timbul kebanggaan
dalam hatinya saat membaca kitab itu. Terlintas dalam benaknya bahwa
didunia ini tak ada orang yang lebih taat beribadahnya daripada dirinya.

 Kemudian
Allah SWT menurunkan wahyu kepada sang nabi,” Naiklah ke gunung agar
kamu bisa melihat salah satu hamba-Ku yang telah beribadah kepada-Ku
selama 700 tahun seraya memohon ampunan kepada-Ku atas dosa yang telah
diperbuatnya.Padahalnya, sejatinya dia tidak pernah berbuat dosa.
Perasaan berdosa itu muncul dikarenakan pada suatu hari dia berjalan
diatas ibunya. Ibunya terkena debu, lantaran dia berjalan di atas
ibunya.Ketahuilah, laki-laki itu lebih taat beribadah daripada dirimu.
Pergilah kesana dan beritahukan bahwa dia telah mendapat ampunan-Ku.”
Kemudian Nabi Dawud a.s. pergi ke gunung. Di sana beliau berjumpa
dengan seorang laki-laki yang bersih sekali. Keagungan terpancar dari
dalam dirinya yang taat beribadah kepada Allah. Laki-laki itu sedang
salat. Seusai laki-laki itu salat, Nabi Dawud a.s. memberikan salam
kepadanya yang langsung dijawab lelaki itu.

 ” Siapa kamu?” tanya lelaki itu.

 ”Aku Dawud,” jawab Nabi Dawud a.s.

 Kemudian
laki-laki itu berkata,” Jika aku tahu bahwa kamu adalah Dawud, maka aku
tidak akan menjawab salammu karena kamu telah berbuat dosa. Kamu telah
bersusah payah naik ke gunung, sementara kamu tidak memohon ampun
kepada Allah. Demi Allah, aku pernah berjalan dibawahnya. Lalu, ibuku
terkena debu karena aku berjalan diatasnya. Setelah itu, aku keluar
untuk mengasingkan diri selama 700 tahun, sedangkan aku tidak tahu
apakah ibuku murka kepadaku ataukah tidak. Niatku melakukan semua itu
hanya agar Allah dan ibuku memaafkanku. Sejak saat itulah, selama 700
tahun ini aku tidak meluangkan waktuku untuk makan dan minum karena
takut akan siksa Allah. Sekarang pergilah karena kamu telah mengganggu
ibadahku!”

 Mendengar
semua itu, Nabi Dawud a.s pun angkat bicara, ” Allah SWT telah
mengutusku untuk memberitahumu bahwa Dia telah mengampuni dan juga
telah meridaimu. Sesungguhnya ibumu tidak berada di tempat yang rendah
ketika kamu berjalan diatas tempat yang tinggi. Begitulah, ibumu tidak
terkena debu sebagaimana yang kamu khawatirkan.”

 ”Demi
Allah, aku tidak ingin hidup lagi,” lalu dia bersujud dan
berdoa,”Tuhan, dekaplah aku dalam pangkuan-Mu,” lanju lelaki itu.

 Tak lama kemudian, laki-laki itu menghembuskan nafas terakhirnya. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya.

Mampir   Sejenak !

Dan
rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang
dan ucapkanlah :” Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana
mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.”(Q.S. Al-Isra:24)

 

 

 

Karena Kasih Ibu

 

 Pada
suatu malam Khalifah Umar r.a ingin melihat secara langsung bagaimana
keadaan rakyatnya. Dalam agendanya, yang dituju adalah perkampungan
penduduk. Ketika berjalan melewati sebuah rumah, terdengar suara anak
kecil menangis  Diapun berhenti di depan pintu rumah itu
untuk mengetahui apakah gerangan yang sedang terjadi. Dari dalam rumah
terdengarlah suara seorang ibu yang berbicara kepada anak-anaknya,”
Allah Mahaadil terhadap apa yang terjadi padaku dan Umar bin Khattab.”

 Umarpun
berkeinginan hendak menghibur hati ibu yang sedang ditimpa kesedihan
itu. Lalu, dia mengetuk pintu dan memohon izin untuk memasuki rumahnya.
Khalifah Umar r.a. bertanya kepada ibu itu,”Apa yang telah dilakukan
Umar terhadapmu?”

 Ibu
yang tidak mengetahui bahwa sesungguhnya orang yang bertanya itu adalah
Khalifah Umar r.a sendiri menjawabnya,” Dia telah menugaskan suamiku
untuk berperang ke medan laga, sedangkan anak-anakku dibiarkannya
kelaparan tanpa belanjaan sehari-hari sehingga mereka terus menangis.
Amirul Mukminin sampai hati membiarkan kami terlantar.”

 Mendengar
p;enuturan demikian, Khalifah Umar r.a. langsung bergegas pulang ke
istananya dan mengambil sekarung tepung gandum berikut daging dalam
jumlah yang cukup banyak. Bahan makanan itu beliau pikul sendiri
dipunggungnya, lalu diantarkan kepada keluarga pejuang tersebut. Salah
seorang pegawainya yang mengetahui hal itu bermaksud untuk membantu dan
memanggul bahan makanan tersebut.”Sudilah kiranya Amirul Mukminin
meletakkannya dan biarkan aku yang membawanya,” Kata sipegawai memohon.

 Khalifah
Umar r.a menjawab, Biarkanlah aku yang membawanya sendiri. Mungkin kamu
sanggup membawakan tanggunganku di dunia, sedangkan di akhirat,
siapakah yang akan menanggung dosa-dosa yang telah aku perbuat?”

 Setelah
tiba di rumah keluarga pejuang itu, Khalifah Umar r.a memasak tepung
gandum dan daging bawaannya itu dengan tangannya sendiri. Kemudian
setelah makanan itu siap, anak-anak keluarga pejuang itu dibangunkan.
Mereka diberi makan sampai kenyang. Selanjutnya Umar berkata, Anggaplah
ini sebagai penyesalanku agar di Hari Kiamat nanti kalian tidak
menuntut balas atas perbuatanku.”

 Ibu itu menjawab,”Ya.”

 Akhirnya Umar pun pulang dengan karung yang kosong ditangannya.

 Dikisahkan,
15 tahun setelah Khalifah Umar r.a. meninggal dunia, ada seseorang yang
bermimpi berjumpa dengannya.”Kebajikan apa yang Anda terima dari Allah
SWT?” tanya lelaki yang bermimpi itu pada Umar yang dijawab Umar,” Kini
aku telah menyelesaikan hisabku.”

 Allah
telah memerintah kalian untuk berlaku adil, berbuat kebaikan, dan
memberi kaum kerabat. Allah melarang perbutan keji, mungkar, serta
permusuhan. Dia menasehati kalian

supaya kalian mampu memetik pelajaran dari-Nya, (Q.S. An-Nahl [16] : 90)

Mampir   Sejenak !


jika kamu berbuat baik maka itu untuk diri kamu sendiri, jika kamu
berbuat jahat itu pun akan kembali kepada kamu sendiri” (Q.S. Al-Isra
17:7)

 

 

Kisah Ada Surga di Telapak Kaki Ibu (Bag. I)

November 13th, 2007 by desmeli

Sang Pengendong Ibu

 

Suatu
ketika Nabi Sulaiman a.s. berkelana diantara langit-bumi. Lalu,
sampailah beliau pada suatu samudra yang sangat luas dan dalam. Kala
itu angin berhembus sangat kencang sehingga gelombang samudra itu
sangat besar. Nabi Sulaiman a.s. kemudian memerintahkan supaya angin
berhenti berhembus. Angin tunduk pada perintah nabi Sulaiman a.s.
Gelombang Samudra itupun menjadi tenang.

 

Kemudian
beliau memerintahkan jin ifrit untuk menyelam kedasar samudra.Jin ifrit
pun menyelam ke dasar.Ketika jin ifrit sampai ke dasar samudra, dia
melihat kubah permata putih yang tertutup rapat.

 

Dia
lalu membawa kubah permata putih itu kedaratan dan meletakkannya di
hadapan Nabi Sulaiman a.s. Beliau sangat kagum dengan keindahan kubah
permata putih itu. Kemudian beliau memanjatkan doa. Setelah doa
terpanjatkan, daun pintu kubah itupun bergetar. Pelan-pelan terbukalah
pintu kubah itu. Betapa terperanjatnya Nabi Sulaiman a.s. ketika pintu
kubah permata putih itu terbuka, yang didalamnya ternyata terdapat
seorang pemuda sedang sujud.

 

Kemudian
nabi Sulaiman a.s. menyapa pemuda itu ” Siapakah kamu?kamu ini
malaikat, jin atau manusia?” tanya nabi Sulaiman a.s. kala itu.

 

Pemuda itu menjawab,” saya ini manusia.”

 

Nabi Sulaiman a.s. bertanya lagi,” amalan kebajikan apa yang telah kamu lakukan sehingga memperoleh kemuliaan seperti ini?”

 

Pemuda
itu menjawab,” Dengan berbakti kepada kedua orangtua.Ketika itu ibu
saya telah lanjut usia, saya menggendongnya diatas punggung saya.Pada
saat itu terdengar ibu saya berdoa,” ya Allah, berikanlah ketenangan
dan kenikmatan hidup.Sepeninggalku nanti, berikanlah untuknya tempat
bukan dibumi dan bukan pula dilangit.” Sepeninggal ibu, saya berjalan
menyusuri tepian pantai. Saat itu saya melihat kubah permata putih.
Kemudian saya mendekatinya, tiba-tiba terbukalah pintunya.Sayapun masuk
kedalamnya. Setibanya saya didalam kubah, tiba-tiba pintunya tertutup
kembali.Lalu dengan izin Allah, kubah itu bergerak maju. Sayapun tidak
tahu pasti, dibumikah atau diudarakah saya berada. Namun saya tetap
memperoleh rezeki dari Allah yang tersedia di dalam kubah.”

 

” Bagaimanakah Allah memberikan rezeki kepadamu, sedangkan kamu berada didalam kubah?” tanya nabi Sulaiman a.s. penasaran.

 

Pemuda
itu menjawab, ” Ketika saya lapar, Allah langsung menciptakan pohon
dengan buah-buahannya.Allah memberikan buah-buahan itu sebagai rezeki
kepadaku.”

 

Nabi Sulaiman a.s. bertanya lagi,” Bagaimana dengan minumannya?”

 

Pemuda
itu menjawab,” Saat saya merasa dahaga, keluarlah air yang lebih putih
dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih dingin dari es.”

 

Nabi Sulaiman a.s bertanya lagi,” Bagaimana kamu bisa mengetahui silih bergantinya malam dan siang?”

 

Pemuda
itu menjawab, ” Apabila waktu fajar telah tiba, maka berubahlah warna
kubah menjadi memutih pertanda siang hari akan segera tiba. Ketika
matahari terbenam, maka berubahlah warna kubah menjadi gelap pertanda
malam segera tiba.”

 

Mengakhiri
dialognya dengan nabi Sulaiman a.s., pemuda itu brdoa kepada Allah SWT.
Tak lama kemudian pintu kubah permata putih itu tertutup kembali.
Pemuda itu kembali berada di dalamnya seperti semula.

 

Kawan Nabi Musa di Surga

 

Nabi
Musa a.s. ingin mengetahui siapakah kawannya kelak di surga. Beliau
lalu bermunajat kepada Allah, ” Ya Allah, tunjukkanlah siapakah kawanku
di surga? Allah SWT pun berfirman, pergilah ke negeri X (sambil
menunjuk kesuatu negeri) dan ke pasar Y (sambil menunjuk kesuatu pasar
di negeri yang ditunjuk sebelumnya. Di situ ada seorang laki-laki
penjual daging. Dialah yang akan menjadi kawanmu di surga.”

 

Setelah
menerima petunjuk wahyu tersebut, nabi Musa a.s. berangkat menuju ke
negeri itu. Sesampainya disana, beliau langsung menuju ke pasar tempat
penjual daging itu berjualan.Beliau tiba di toko penjual daging pada
waktu sore.

Karena
senja telah tiba, penjual daging itu berkemas untuk menutup tokonya.
Sebelum pulang, dilihatnya penjual daging itu memotong beberapa kerat
daging. Kemudian daging tersebut dimasukkan kedalam keranjang lalu
keluar dari tokonya untuk pulang kerumahnya.Ketika penjual daging itu
lewat, nabi Musa a.s. menyapanya seraya menyampaikan permintaan supaya
diperkenankan untuk singgah di rumahnya.

 

”Bolehkah saya mampir kerumahmu?” tanya nabi Musa a.s.

 

Penjual daging itu menjawab,”Silahkan.”

 

Nabi
Musa a.s pun diajak munuju rumah sipenjual daging. Sesampainya disana,
penjual daging itu mempersilahkan tamunya masuk. Setelah nabi Musa a.s.
masuk kedalam rumah, penjual daging mohon diri untuk memasak daging
yang dibawanya dari pasar. Daging tersebut diolah menjadi gulai yang
enak dan lezat.

 

Seusai
memasak gulai, dia menurunkan keranjang seukuran orang dewasa yang
tergantung diatas sebatang kayu. Ternyata di dalam keranjang besar itu
terdapat seorang nenek yang sudah sangat tua sekali.Tubuhnya lemah dan
sudah tak kuat lagi untuk berjalan. Nenek tua itu berada di dalam
keranjang tak ubahnya seperti anak burung merpati yang tak berdaya.

 

Laki-laki
itu mengangkat nenek tua dengan hati-hati dan menyuapinya sampai
kenyang. Setelah menyuapi nenek tua itu dengan makanan yang lezat, sang
penjual daging juga mengurus segala keperluannya, termasuk juga mencuci
pakaiannya. Ketika baju yang dikenakan nenek tua itu sudah kotor,
laki-laki tersebut segera menggantinya. Baju tersebut dicuci bersih,
lalu dijemur sampai kering.Setelah kering, dia memakaikan pakaian itu
kepada si nenek tersebut.

 

Laki-laki
itu mengurus nenek tua dengan sangat hati-hati, penuh perhatian,
teramat kasih, dan melimpah sayang. Di sela-sela lelaki itu mengurus
sang nenek tua, Nabi Musa a.s. melihat nenek tua itu menggerakkan dua
bibirnya. Menurut penuturan Nabi Musa a.s. ” Kedua bibir nenek itu
mengucapkan,” Ya Allah, tempatkanlah anakku bersama Nabi Musa di surga
kelak.”

 

Setelah
mengurus nenek tua itu, laki-laki penjual daging kembali
membaringkannya dalam keranjang. Kemudian menggantungkan keranjang
tersebut pada sebatang kayu.

Nabi
Musa a.s. bertanya, ”Siapakah nenek tua itu?” Penjual daging itu
menjawab, ” Ini adalah ibu kandungku yang telah lama tiada berdaya
untuk berdiri sendiri.”

 

Akhirnya
Nabi Musa a.s. berkata, ”terimalah kabar gembira dari Tuhanku
untukmu.Kenalkan, aku adalah nabi Musa, kamulah yang kelak menjadi
kawanku disurga. Mudah-mudahan perjumpaan kita nanti disurga dimudahkan
oleh Allahberkat keagungan asma-Nya dan berkat kemulian nabi Muhammad
SAW sebagai makhluk yang paling utama.”

 

 

Mampir   Sejenak !

Kemuliaan
seorang hamba di sisi Allah tidak terletak pada tingginya jabatan dan
profesi. Kemuliaan diperoleh ketika seorang hamba memenuhi hati dan
dirinya dengan ketakwaan dan kasih sayang yang tulus.

Sumber : Buku ” Ada Surga di Telapak Kaki Ibu ” , Mokh. Syaiful Bakhri

 

Koleksi Buku-ku (Part One)

November 8th, 2007 by desmeli

Buku-buku ini mulai saya koleksi pertengahan tahun 2007,
sebelum-sebelumnya saya juga sudah sering membeli buku tetapi nampaknya
waktu itu saya masih kurang care , sehingga buku-buku saya yang terdahulu raib entah kemana ( ….saat ini saya bercita-cita ingin punya perpustakaan umum, entah kapan dapat terealisasikan niat ini, mudah-mudah dapat terwujud yah :), kalaupun tidak terwujud, minimal saya punya perpustakaan pribadi…

Barangkali ada diantara teman-teman yang mau menghadiahkan saya buku
untuk menambah koleksi, dengan lapang dada saya menerimanya…hehehe D

Berikut koleksi buku saya, adakah yang sama dengan koleksi buku anda ?

  1. Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman      El Shirazy
  2. Fenomena Ayat-Ayat Cinta, Anif      Sirsaeba El Shirazy
  3. Ayat-Ayat      Cinta, Habiburrahman El Shirazy
  4. Dzikir-dzikir      Cinta, Anam Khoirul Anam
  5. La      Tahzan, Dr Aidh Qarni
  6. Tips Menjadi Wanita paling Bahagia,      Dr Aidh Qarni
  7. Dokter Cilik, Hafal & Paham Al      Qur’an, Dina Y Sulaeman
  8. Nyanyian Cinta, Antologi Cerpen      Santri Pilihan
  9. Semoga Bunda di Sayang Allah, Tere      Liye
  10. Enstein      Ajah Gak Tau, Robert L Walke
  11. Mengoptimakan Performe Karyawan, Raja      Bambang Sutikno
  12. Pudarnya Pesona Cleopatra,      Habiburrahman El Shirazy
  13. Wanita yang di Rindukan Syurga, Dr.      Mushthafa Murad
  14. Akhi, Ukhti Nikah itu Nyunah, Mudah,      Murah, Bekah dan Indah, Abu Opick
  15. Simple Lie, Nina Ardianti
  16. Mudzakarah Kubur, Ust. A. Abdurrahman      Ahmad
  17. Kamar Cewek, Ninit Yunita & Okke      ” Sepatu Merah”
  18. Ketika Cinta Berbuah Syurga,      Habiburrahman El Shirazy
  19. Bikin      Novel Ngocol Yuk, Marthino Andries
  20. Perempuan      Mencari Tuhan, Dianing Widya Yudistira
  21. Perempuan      Berkerudung VS Gincu Merah & Rok Mini, Teguh Winarsho As
  22. Let      It Be My Secret, Aditya
  23. Ini Rumah Kita Sayang, Gola Gong      & Tyas Tatanka
  24. Supergirl Patah Hati, Kania
  25. Gege Mengejar Cinta, Adhitya Mulya
  26. Siapakah Ben Franklin, Denisils      Brindell Fradin
  27. Siapakah      Harry Houdini, Tui T Sutherland
  28. Mahatma      Gandhi, Kwok Yuen Ming
  29. Cerita Rakyat dari sulawesi Tenggara,      La Ode Sidu
  30. Siapakah Ronal Reagan, Joyce Milton
  31. Cerita Rakyat dari Solok (Sumatera      Barat), Ivan Adilla
  32. Siapakah Albert Einstein, Jess      Brallier
  33. Lelaki Pilihan, Arul Khan
  34. Bangku Kosong, Ruwi Meita
  35. Optimis Donk Guys, Afifah Afra
  36. The      Song of The Soul, Kahlil Gibran
  37. Ngejomblo      itu Nikmat, Ayub Yahya
  38. Lupus (Grafiti di Meja Ulangan),      Hilman & Boim Lebon
  39. Together      We Will Be (Komik), Mito      Orihara
  40. Ssssst….Im      Playgirl, Sari Azis
  41. 100 Pesan Nabi Untuk Wanita Salihah,      Badwi Mahmud Al Syaikh
  42. Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Drs.      Moh Rifa’i
  43. Dear Mr. Terrorist, Ita Sembiring
  44. Lupus(Terserang si Ehem), Hilman      & Boim
  45. Luka Seorang Bidadari, Salandra
  46. Kisah-kisah Pedih Perempuan, Enkapati
  47. Asma, Dr. Savitri Ramaiah
  48. Shi      Hwo Mong (Komik), Lee Joung – Eun
  49. Kepak      Sayap Patah, Asma Nadia
  50. Himpunan Hadist Sahih Bukhari, Ahmad      Sunarto&Syamsuddin Noar, S.Ag
  51. Puisi (Sembilu Revolusi), Imam      Satrioso
  52. Wise Words, Nur Aeni Iskandar
  53. Dari Pasir Menjadi Mutiara, Jansen      Sinamo
  54. Sejarah 25 Nabi dan Rasul, Mahfan,      S.pd
  55. Misteri      Sholat Subuh, Dr Rashib As Sirjani
  56. Kuntilanak,      Ve Handojo
  57. Hantu      Jeruk Purut, Yennie Hardiwidjaja
  58. Di Atas Sajadah Cinta, Habiburrahman      El Shirazy
  59. Dalam Mihrab Cinta, Habiburrahman El      Shirazy
  60. The      Spirit of Love, Kahlil Gibran
  61. Romantic      Voice, Kahlil Gibran
  62. Soulmate      Where’re You, Oeci
  63. Percikan Mutiara Para Sufi, Rafi      Sapuri, M.Si
  64. Lafaz Cinta, Sinta Yudisia
  65. Kisah yang Terlewatkan ”Holocaust”,      Judith Sandeen Bartel
  66. Kisah yang Terlewatkan ”Perang Dunia      II”, Colin Hynson
  67. Kisah yang Terlewatkan ”Titanic”, Senan      Malony
  68. Tahajud Cinta, Kinoysan
  69. 11 Amanah Lelaki Menjemput Keping      Hikmah, Bayu Gawtama
  70. Dibawah Naungan Cinta, Ibnu Hazm El      Andalusy
  71. Mukjizat Sedekah, Muhammad Thobroni
  72. Kisah Orang-orang Zalim, Muhammad      Abdud
  73. Synonyms & Antonyms, Idi Supono
  74. Remaja dilarang jadi Pengarang Beken,      So What?, Gamal Komandoko
  75. Bahasa Kaya Bahasa Berwibawa, Dr. R.      Kunjana Rahardi, M.Hom
  76. Para Ilmuwan Muslim Paling      Berpengaruh Terhadap Peradaban Dunia, Muhammad Ali Usman
  77. Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang      Gajian, Valentino Dinsi,SE,MM, MBA
  78. 30 Menit Pandai Berbahasa Inggris,      Peni R. Pramono Susana Setyarini
  79. Catatan Hati Seorang Istri, Asma      Nadia
  80. Neraka Bukan Untukmu, DR. Mustafa      Murad
  81. Karenamu Aku Cemburu, Asma Nadia
  82. Diary      Aisyah Putri, Asma Nadia, Biru Laut
  83. Butir-Butir Mutiara Kartini, Myrtha      Soeroto
  84. Tes Potensi Akademik, Drs. M.      HariwijayaBuku_1

Bingung …. :(

October 28th, 2007 by desmeli

Bingung

Kalau hati sudah ngerasa gak nyaman ?!

Hentikan langkah
atau tetap jalan terpaksa

Rumah Tipe Triple S Kuadrat

October 24th, 2007 by desmeli

Pusara2

Wangi bunga kamboja

Menusuk hidung

Diruang gelap, pengap,
sempit

Sendiri, hanya berselimut
kain putih

 

Terdengar derap langkah

Mulai pergi menjauh

Hei kembali ! teriakku

Namun tak seorangpun dari mereka

Yang mendengar

Bukan!Bukan karena mereka tuli

Tapi karena alamku sudah berbeda kini

Aku telah mati!

 

Kutatap sekelilingku

Tapi tatapanku hanya terbentur

tanah-tanah merah, basah

cacing-cacing mulai berpesta pora

Grogoti jasadku yang sudah tak bernyawa

 

Ketika 7 derap langkah para pengiring jenazah

Kian menjauh dari pusara

2 malaikat disampingku kini berada

Siap dengan pertanyaan-pertanyaan mereka

 

Gemetar, takut, dan ratapanku kini tiada guna

 Dimana anak kesayanganku

 Dimana Istri setiaku

 Dimana Ayah dan Ibu yang slalu
menjagaku

 Dimana Sanak saudara yang siap
membantu

 Dimana Teman dan Sahabat yang
berikrar setia kala itu

 Dimanakah mereka kini?

Pikirku berkelebat

Mencari solusi supaya selamat

Hartaku, apakah bisa menyogok 2 malaikat itu

Agar senjata mereka tak mampu menyentuh tubuhku

Dulu cara ini sangatlah ampuh

Tapi akankah meraka sama?!

Seperti para hakim dan polisi dunia

Yang rela menjual sumpah demi harta

Tapi dimanakah hartaku kini ?!

Tatapan tajam, suara menggelengar

Kini mulai terdengar

”Man Rabbu Ka?”

”Siapa Tuhanmu?”

Tiba-tiba bibirku kelu

Mendadak bisu

Harta,anak, istri, saudara,teman,sahabat, ayah dan ibu,

Tak mampu lagi membantu

 

Tiba-tiba terdengar suara

Bukan dari mulutku atau 2 malaikat itu

Tapi dari dia, amal ibadahku

 

By : Desmeli

 

Ya Allah…

Seperti lagunya Opick ”…Maafkanlah bila aku tak sempurna mencintai-Mu..”
detik ini kumengingat-Mu, detik kemudian kupalingkan wajahku dari-Mu,aku
tercipta dari 2 unsur ; unsur baik dan unsur buruk , aku berada diantara 2
sifat ; sifat Malaikat dan sifat Iblis, maka siapakah yang lebih sempurna
dari-Mu?!

 

Ya Allah…

Jagalah sekerat daging dalam jasadku, yang apabila sekerat daging itu baik
maka baik pulalah seluruh jasadku, dan apabila sekerat daging itu busuk maka
busuk pulalah seluruh jasadku…sekerat daging itu adalah hatiku

 

Ya Allah…

Jika hati ini rapuh dan mulai menjauh

Adakanlah titikbalik untuk kembali mengingat-Mu

Jangan biarkan aku terpelosok jauh

Amin Allahuma Amin

 

Hari ini, 25 Oktober 2007

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CALON ISTRI YANG DICARI

October 7th, 2007 by desmeli

Cabe

Sulitkah mencari istri?
Kalau melihat populasi antara laki-laki dan wanita saat ini, 1 banding 4, untuk sementara kita akan mengatakan tidak terlalu sulit mencari seorang calon istri. Kalau mencari istri hanya kriterianya cukup dia berjenis kelamin wanita saja, tanpa embel-embel lain, rasanya mudah.
Setidaknya logika kita akan mengatakan, jika tidak berhasil dengan calon pertama kan ada peluang kedua. Gagal lagi kedua masih ada ketiga dan keempat. Belum lagi peluang orang lain yang tak diambil,nah. .
Lalu kalau mencari istri, tapi ingin yang cantik dan mempesona, sulitkah?
Jika saat ini semakin banyak produk-produk kecantikan, semisal berbagai merk lotion, spa, facial, atau apalah yang lainnya, yang dapat memoles penampilan wanita menjadi lebih cantik dan anggun, kulit hitam menjadi putih, rambut keriting jadi lurus, badan gemuk jadi langsing, gigi tonggos jadi rapi, bibir dipoles jadi sensual, dan gaun-gaun yang modis lagi menggoda, seharusnya signifikan dengan semakin bertambahnya wanita-wanita cantik di negeri ini. Rasanya kita juga akan menjawab "MUDAH". He..eh, sekarang kemungkinan besar tidak sulit juga memilih istri yang cantik dan mempesona secara lahiriah.
Memang memiliki istri cantik, apalagi kaya dan dari keturunan terhormat, merupakan idaman para lelaki. Kecantikan menjadi salah satu sumber kesenangan di hati. Dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Seperti orang-orang kota yang sumpek melihat jejalan beton-beton raksasa kemudian menjatuhkan pandangannya pada keindahan alam pegunungan, di situ letak kesenangan dan hiburan bagi mereka. Begitu pula halnya istri yang memiliki paras cantik, Ia menghadirkan kesenangan di hati suaminya. Lalu mungkin ada yang bertanya, sampai kapan kesenangan itu?, nah pertanyaan ini yang sulit dijawab. Apalagi menjawab, apakah mereka yang mempesona dalam segi fisik pasti akan membawa kita dalam ketentraman dan kebahagiaan rumah tangga?. Ah, tidak ada yang mau menjamin. Kalau hanya senang secara biologis kemungkinan iya, tapi kesenangan semacam ini sifatnya tidak lama dan tidak menjadi penentu ketentraman rumah tangga melainkan sedikit saja.
Memang bagi yang belum menikah, kecantikan kadang menjadi yang utama. Faktor fisik menjadi segala-galanya. Padahal ketika usia bertambah tua kecantikan juga akan semakin sirna. Padahal, menikah belum setahun, secara naluriah akan muncul perasaan begini, sang istri yang dulu primadona sekarang tampak seperti biasa-biasa saja. Jika seorang suami tidak juga menemukan "kecantikan lain" pada istrinya, yang bukan berasal dari parasnya saja, bisa jadi kecantikan itu malah menjadi fitnah rumah tangga. Fitnah yang seperti apa?. Dengarkanlah sabda Rasulullah Al-Ma’shum :
"Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya. Dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampaui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik".(HR. Ibnu Majah)

KECANTIKAN YANG MEMBURUKKAN.
Seperti apakah kecantikan yang memburukkan? . Wallohu A’lam bis showab. Mungkin saja mereka adalah yang merasa kecantikannya harus dihargai lebih. Mereka adalah yang merasa suaminya tak bisa menghargai kelebihannya. Mereka adalah yang kecantikannya digunakan untuk menyimpang, memuaskan nafsunya. Masih herankah kita, apa yang menjadi alasan artis-artis itu dengan mudahnya kawin cerai?. Ya, salah satunya karena merasa memiliki kemampuan untuk memperoleh suami yang lebih baik melalui kecantikan dan kekayaannya. Itulah kecantikan yang memburukkan. Atau kecantikan yang memburukkan itu terjadi karena naluriah yang tak terbendung. Yaitu menonjol-nonjolkan kecantikannya dihadapan orang lain selain suaminya dengan maksud riya. Walau Ia tak bermaksud menggoda lelaki lain, bukankah itu hal yang buruk?.
Kecantikan atau harta belum cukup menjadi kriteria untuk kita menetapkan pendamping hidup. Ada yang perlu kita buka kembali. Secara arif, mengenai wawasan kita, mengenai harapan kebarokahan pernikahan, tentang cita-cita kesakinahan keluarga, tentang kebersamaan mengarungi hidup. Tentang dambaan keturunan-keturunan yang sholih, tentang keadan hidup setelah mati. Sabda Rasulullah berikut ini sudah sering kita dengar, kita ulang kembali, mudah-mudahan tidak sekedar lewat di telinga tapi merupakan bekal yang membekas di hati :
"Wanita dinikahi karena empat perkara : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung" (HR. BUKHORI-MUSLIM) .

Beruntung!. Kalau yang menyampaikan kata "beruntung" itu adalah seorang pengusaha atau pedagang, maka makna beruntung itu tidak jauh dari yang namanya uang. Tapi kalau yang menyampaikan Rasulullah, katakan, keberuntungan seperti apakah itu! Bukankah keberuntungan itu mengenai kebahagiaan dunia berupa rumah tangga yang diberkahi Alloh dan kebahagiaan akhirat berupa tabungan pahala dan kebaikan.
Coba sebut apa yang kita harapkan sebagai suami dari istri kita?, bukankah kita ingin Ia menjadi penyemangat saat kita putus asa, penghibur saat kita sedih, penyejuk saat kekeringan, pendorong amal ibadah. Kemudian mau bersabar saat musibah dan bersyukur dengan apapun karunia yang diterima. Dan istri yang bisa memberikan itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan cantik tidaknya atau kaya tidaknya dia. Mereka adalah wanita-wanita yang baik agamanya. Mereka bertaqwa pada Alloh dan patuh pada suaminya. Mereka yang tidak hanya melihat aktivitas melayani suami, mendidik anak, menjaga rumah atau tugas-tugasnya yang lain sebagai urusan dunia semata.Tapi ada harapan yang lebih besar, yakni keridhoan Alloh dan balasan Surga-Nya di akhirat kelak.
Percayalah, tidak ada yang membuat seorang suami merasa tentram kecuali karena sikap baik seorang istri. Tidak ada sikap baik istri yang lebih jujur kecuali karena lahir dari ketulusan. Dan tidak ada ketulusan yang kokoh kecuali karena keikhlasan untuk bertaqwa kepada Alloh. Inilah mengapa Rasulullah memerintahkan kita perihal menentukan calon istri berdasarkan kualitas agamanya. Karena agama adalah ahlak mulia, Addiinu Ahlakul Kariimah.
Termasuk ahlak mulia seorang istri untuk bersedia melayani suaminya dengan tulus, ikhlas, dan sebab taqwanya kepada Alloh SWT :
"…Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka).. ( QS. An-Nisa : 34)
Maka jatuhkan pandangan hanya pada faktor agama. Semata-mata agama. Kita juga tidak pernah menginginkan anak-anak yang ala kadarnya atau bahkan yang jauh dari agama bukan?. Ibunyalah sebagai seniman yang akan melukis kepribadian dan karakter anak-anak itu. Tentu yang kita inginkan, Ibu yang tak hanya mampu memberi cinta, namun juga pendidikan dan keteladanan menyangkut agama dan ahlak mereka.

BAIK AGAMANYA
Soal kriteria baiknya agama seorang wanita, ada dasar dan cabang-cabangnya. Seorang wanita melaksanakan sholat wajib, menjaga kemaluannya, menutup aurat, patuh pada suami dan menjauhi kemaksiatan itu lebih dari cukup untuk menjadi dasar bahwa Ia baik agamanya. Rasulullah bersabda : "Apabila seorang wanita telah melaksanakan sholat lima waktu, telah dapat memelihara kemaluannya dan menaati suaminya, maka dia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang disukainya" (HR. Ahmad)

Seorang wanita misalnya ahli Tahajjud, atau luas pemahaman agamanya, memiliki kepedulian tinggi terhadap dakwah, dermawan, misal juga suka menghafal Al-Qur’an, itu adalah cabang-cabang kriteria yang kita tentukan untuk memperoleh yang lebih baik dari yang sudah baik. Kalau kita mampu, mudah-mudahan kita beruntung bisa menikahi wanita yang memiliki kemuliaan agama dan ahlak seperti itu, Amiin…
Namun, kadang kebaikan terbentuk seiring berjalannya waktu. Boleh jadi kedewasaan berpikir dan semangat untuk meningkatkan kualitas agama baru terbentuk setelah menikah. Setelah hadirnya seorang suami yang menjadi imam, dan hadirnya anak-anak yang membutuhkan keteladanan. Mungkin saat ini Ia, calon istri kita tidak terlalu kuat dalam menunaikan perkara-perkara amaliah kecuali hanya melaksanakan sholat wajib, puasa Ramadhan, sopan dalam bergaul, dan menutup aurat. Subhanalloh, sungguh jika selaras dengan keikhlasan di hatinya, yang seperti itu telah mulia di sisi Alloh dan mulia di hadapan manusia, Insya Alloh.
Mari saling berbagi nasehat, tetaplah kaki berpijak kepada sunatulloh. Berusaha dan berdoa agar Alloh menghadirkan seorang istri shalihah yang bertaqwa kepada Alloh dan patuh pada suaminya. Tanyalah kepada siapapun yang bisa ditanyai. Mintalah bantuan kepada siapapun yang rela memberikan bantuan. Berikhtiarlah di atas garis syariat yang sudah ditetapkan. Bersabarlah untuk tidak mendekat pada proses-proses yang diharamkan. Hingga saatnya takdir benar-benar mendekatkan kita dengannya. Selanjutnya, dengan sangat percaya diri kita akan menyambut datangnya pendamping terbaik, "khoirunnisa" , siapakah khoirunnisa itu?
"Khoirunnisa" (Wanita Terbaik) adalah yang dapat menyenangkan hati suami apabila ia memandang, menaatinya apabila ia memerintah, dan tidak menentangnya dalam diri dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya" (HR. Ahmad)

SUMBER : MAJALAH NURUL HAYAT, OKTOBER 2007
OLEH : IBNU LATIEF

Kata Keramat

September 21st, 2007 by desmeli

Images1

Dan kata “IBU” betapa kramat!

Selalu dipuja setiap saat

Bila bahagia atau sedih hinggap

Maka IBU-lah yang jadi alamat

Saat putus asa dan sakit

Bibir kami yang pucat berkomat kamit

Membisikan nama IBU

IBU-lah dan sekali lagi IBU

Saat cinta menjangkit

Imajinasi kian melangit

Berbagi cerita bersama IBU

IBU-lah dan sekali lagi IBU

Sungguh, telah banyak IBU berikan pelajaran

Bagaimana sebuah ketulusan dan kesejatian

Bisa melahirkan senyuman

Walau elegi duka datang kemudian

Mengapa kami selalu memanggil nama IBU, bukan ayah?

Karena naluri kami sejak kecil merasa

IBU berarti bahwa :

CINTA DAN PENGORBANAN TIADA TARA

Jakarta, 20 September 2007 [23:16]

Saya persembahkan kepada para ibu di dunia

(Allah mengingatkan kita, bahwa pada ibulah kita harus mengabdi dan berbakti.Pada Bapak adalah kemudian.Bahkan perumpamaan surga itu diletakkan posisinya dibawah telapak kaki ibu)

September 20th, 2007 by desmeli

Kertaspena

Kamilah sang arsitek kata

Insinyur yang tak perlu semen dan batu bata

Yang kami butuhkan hanya

Secarik kertas dan sebuah pena

Kamilah sang arsitek kata

Terdiri dari berbagai usia

Tanpa peduli status sosial yang ada

Asal pandai merancang kata, bolehlah

Kamilah sang arsitek kata

Bahwa hanya dengan menggoreskan pena

Kami mampu bangkitkan rasa haru yang ada

Apabila tintanya dari darah hati yang terluka

Kamilah sang arsitek kata

Bahwa hanya dengan menggoreskan pena

Kami mampu membuat hati tergetar haru dan bahagia

Juga berlinangan air mata

Kamilah sang arsitek kata

Punya cita-cita membangun peradapan dunia

Cerdaskan anak bangsa

Semoga

Kamilah sang arsitek kata

Yang dapat juga berbuat salah

Apabila dituliskan oleh pena yang tidak bijaksana

Tidak berpengetahuan dan pemarah

Kamilah sang arsitek kata

Menjadi kebanggaan bagi kami Insinyur pena

Apabila menyentuh hati kata-katanya

Yang dapat membuat orang merasa seperti saudara

Walaupun tidak pernah saling jumpa

Salam dari saya,

calon arsitek kata (masih belajar merangkai kata)

Jakarta, 20 September 2007

Kulit Keriput, Topi dan Lelaki Janggut

September 17th, 2007 by desmeli

Pagi belum lagi sempurna diufuk langit, separuh semesta masih enggan bangun dari tidurnya, hanya malam sisakan warna kelam namun perlahan tapi pasti akan hilang tergeser awan cerah yang sedang bersiap merampungkan tugasnya untuk menemani sang mentari menyinari hari.

Di sudut desa petani tua, keriput dan berjanggut dengan topi dikepalanya tampak keluar dari gubuk membawa cangkul dan bekal makanan yang ia panggul di punggungnya, berpamitan pada istri tercinta, memohon dido’akan agar burung-burung pipit itu tak lagi memakan padinya atau tak ada lagi tikus-tikus sawah yang tidak tahu aturan seenaknya saja bermain petak umpat di sawah mereka….http://violetroses.wordpress.com

Ketika janji lagi-lagi di ingkari dan hati yang selalu menahannya untuk pergi

September 5th, 2007 by desmeli

Bertemu dengan teman SMA setelah sekian lama tidak saling jumpa merupakan kebahagian tersendiri untukku, teman yang baik begitu pendapatku tentangnya. Pertemuan yang sengaja kami ciptakan, sayang bukan untuk bernostalgia ke masa lalu, tapi untuk pemecahan sebuah masalah yang kerap mengganggu tidurnya. Ah kecil sekali ia sekarang, tapi masih terlihat cantik…mungkinkah himpitan beban begitu berat hingga memakan habis tubuhnya?!mungkin saja- pertanyaan itu kujawab sendiri. Sebenarnya masalahnya itu-itu juga, tentang CINTA dan telah berulang kali kami mencari solusi untuk masalah ini walaupun hanya lewat telepon tetapi tetap tak ada penyelesaian, hingga aku menyarankan untuk duduk bareng bukan hanya aku dan dia tapi juga yang bersengketa dengannya soal CINTA, berharap ada sedikit cahaya untuk menemukan jalan keluar dari masalah mereka berdua (kebetulan keduanya adalah temanku di SMA).

BacanyaDisiniAjahYuk http://violetroses.wordpress.com/2007/09/06/28/