Sebuah Penghargaan untuk Sahabat-Sahabat Ku

March 27th, 2008 by desmeli

2015161498(Wew! Apa benar
kita nge-kos disini?! Maaf sodara-sodara sayah salah mempostingkan
gambar ((^_^)) ,*bukankah ini kesengajaan :P*)

K’Rut, Arta, Pinta, Darma, Hasna, K’Rita, Irma, Winie dan aku ; untuk selanjutnya disebut Nine Girl’s  

Persahabatan yang kita bangun dari awal perkenalan sampai masing-masing diri dari kita terpisahkan oleh jarak dan waktu ,berkelana mencari potongan-potongan lempengan takdir dan nasib yang telah ditentukan oleh-Nya.

Melanjutkan perjuangan hidup setelah bersama-sama tinggal dalam satu atap di kos-an“gedung putih” tempat berteduh dari panasnya terik matahari dan dinginnya cuaca ketika hujan turun menguyur bumi

Canda tawa kita untuk saling mencela,
kenarcisan-kenarcisan kita(walau belum masuk 7 keajaiban dunia atau
bahkan Guinnes World Record), kenakalan-kenakalan kita untuk melanggar
peraturan yang dibuat dengan susah payah dan dera air mata ( berlebihan
! ) oleh B’Iwan dan K’Sri si empunya kos, kesedihan-kesedihan kita pada
akhir bulan P
, perjuangan – perjuangan kita ketika musim ujian tiba ( SKS = Sistem
Kebut Semalam, Teuteup! ), Perselisihan antara kita yang berakhir
dengan pelukan dan air mata.

Meskipun raga tak pernah berjumpa (berharap) suatu hari nanti kita dapat berkumpul kembali,  (arta, 2 jam perjumpaan di bandara sedikit meng-aus-kan rasa kangenku padamu((^_^))

Tetapi di memory ini takkan terhapus akurasi kenangan-kenangan penting perjuangan kita untuk mencapai cita-cita di kampus tercinta.

Semoga setiap atom peluh dan energi yang kita habiskan bersama baik suka dan duka, senyum dan derita dalam setiap daya dan usaha yang kita lalui bersama akan jadi sebuah berkas cahaya dan bintang terang  di hati dan memori sampai mampu dirasakan  oleh anak cucu kita nanti, walaupun tanpa menggunakan alat deteksi perasa apapun. 

Kenangan-kenangan itu takkan sekedar jadi impuls dan takkan bias  oleh waktu.

Tapi ia kan jadi selalu momentum yang jumlahnya akan tetap dan kekal setiap saat

Ia takkan kan memuai oleh suhu setinggi apapun

Ia takkan membeku oleh suhu serendah apapun

Ia juga takkan tenggelam bersama berlalunya waktu

Marilah kita berpegangan tangan untuk saling mendukung agar tetap berdiri tegak melawan gravitasi dan berjanji untuk tidak menjadi dua kutub magnet yang saling bertolak belakang serta saling menyerang.

Jangan sampai terkontaminasi oleh radiasi dan tenggelam dalam kebahagian semu.

Meskipun raga terkorosi oleh usia tetapi hati tetap tulus semurni emas 24 karat dalam persahabatan kita.

Setiap failure yang kita ciptakan janganlah menjadikan hubungan persahabatan yang kita bagun sedemikian rupa merenggang  menjauh, tetapi jadikanlah ia sebagai alat mobilitas untuk menambah keahlian maintenance kita agar tetap menjaga persahabatan ini tetap di tempatnya tanpa terjadi pergeseran sekecil apapun.

Jadilah medan magnet yang mampu membuat dunia tertarik pada kita walau tanpa penghantar ataupun induksi

Buatlah dunia terfokus pada kita walau tanpa kaca pembesar dan teropong

Janganlah kita menjadi orang yang berprinsip ketidak pastian seperti Heisenberg

Jadilah orang yang tetap hatinya tanpa tergoyah oleh arus dan tegangan bolak-balik ricuhnya dunia

Teruslah bergerak lurus tanpa harus berubah tak beraturan

Tetaplah sederhana dalam batas frekuensi audio

Dimana setiap orang bisa dan mau mendengarkanmu walau tanpa melalui medium perambatan bunyi model apapun itu nanti

TAk SeLamAnYa BEgiTu!

March 18th, 2008 by desmeli

 

Tak lagi terang

Sebab matahari tlah menghilang

Di balik awan yang kian tampakkan
warna kelam

Cuaca dingin kian merajam

Itu sebab kini hujan datang

 

 Duhai
adik kecil

 Jangan
bersedih, tak selamanya hari begini

 Esok matahari kan kembali

 Bersamamu ia bernyayi

 Bersamamu ia menari

 Bersamamu kembali merajut hati

 

Ststststst
Tidurlah adik kecil

Senandung
ku temani tidurmu

Bermimpilah
malam ini

Tentang
bintang

Tentang
bulan

Tentang
semua keindahan ciptaan Tuhan

 

 Ketika kau terjaga esok hari

 Siapkan langkah kecilmu

 Tuk mengejar matahari

 Dengan senyum dibibir yang tak lagi
kelabu

 

Jika
suatu saat nanti

Hari
kembali tak terang

Mari
kita ulang

Seperti
yang dulu pernah kita lakukan

 

 Untuk sementara

 Mungkin perlu sejenak jeda

 Seperti sebuah tulisan dengan tanda
baca koma ( , )

 Menjadikannya semakin Indah

 

Jangan
bersedih adik kecilku

 

Jakarta,
19 Maret 2008 [12.45]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mendadak Nulis

March 17th, 2008 by desmeli

Images_1

Versi Film dari Novel Best seller karangan Habiburrahman El
Shirazy, film yang ditunggu-tunggu–tak terkecuali saya-,semoga ini adalah awal
yang lebih baik untuk perfilm-an Indonesia, meskipun beberapa orang yang telah
menonton film ini memberikan komentar yang negatif dan pesimis tetapi saya
adalah salah seorang dari beberapa orang yang menunggu perfilm-an Indonesia berproses
menjadi lebih baik lagi.Beberapa waktu yang lalu saya pernah ikut seminar yang
salah satu pembicaranya adalah seorang sutradara juga suami artis terkenal mbak
Anneke putri yaitu Syaeful G. Wathon, seorang peserta seminar bertanya apakah
Bapak Syaeful G. Wathon juga berniat untuk membuat film seperti Ayat-ayat Cinta,
lalu ia mulai bercerita bahwa ia dulu pernah menyutradarai dimana dalam film
tersebut ada adegan pemerkosaannya,lalu ia mulai berfikir bagaimana
menggambarkannya secara tidak vulgar kedalam bentuk film, kemudian ia hanya
menampilkan suara wanita yang diperkosa…tetapi alhasil produser menjadi sangat murka.Dan
beginilah cerminan dari perfilm-an Indonesia saat ini, yang sangat menjujung
tinggi pornografi , mereka bilang “ Jika tidak begitu, tak laku!”.Weits siapa
bilang?!.Tidakkah kita berfikir bahwa membuat suatu karya film membutuhkan
banyak orang yang terlibat didalamnya, di sana perlu seorang produser dan artis
yang handal dan mau berperan dalam sebuah film religius serta pemilik modal yang tidak mudah untuk meyakininya
bahwa membuat film tanpa pornografi-pun mampu mempunyai nilai jual.Maka dengan
adanya film Ayat-ayat Cinta alangkah lebih bersyukurnya kita karena dapat
membuat film yang satu langkah lebih baik secara moril.

 

Mendadak nulis setelah membaca banyak artikel tentang review
film AAC yang berkomentar miring, ditulis dengan terburu-buru tapi tetap dalam
kesadaran penuh , baru berkesempatan memposting karena sibuk..ee lebih tepatnya
sok sibuk! :P  , sambil menunggu jemputan
adek tersayang :D

 

Satu puisi yang
aku suka :

 

Tanyaku padamu

 

Tanyaku Padamu

Oleh : Shelly Natalia

 

Dunia

Selalu ada salah dalam
setiap langkah kami

Sehingga kritik selalui
mengintai

Hentakan tapak kaki

 

Satu prototipekah
pandanganmu pada kami

Pemberontak, liar, tak
berdaya, tak berguna, tak tahu diri

 

 

 

 

oleh :
Shelly Natalia

 

Dunia

Selalukah ada
salah dalam setiap langkah kami

Sehingga kritik selalu mengintai

Hentakan tapak kaki

Satu prototipekah pandanganmu pada kami

Pemberontak, liar, tak berdaya, tak
berguna, tak tahu diri

Diumumkan deretan aturan segala kekangan
dalam napas

Panduan sikap kamus yang sempurna

Dengan cara itukah mereka dibina wahai
dunia

Seakan berjalan dalam langkah disertai
pemberat besi

Penonton di segala sisi

Ditambah tatapan mata terpatri

Orang berkata

Jangan begini tidak begitu

Kami dulu tidak seperti ini

Lalu seperti apa mereka dulu

Tuan dan Nyonya sempurna?

Bilakah kami terbang jika dijatuhkan

Bilakah kami tinggi kala direndahkan

Yang kami butuhkan tidak paksaan tidak
aturan

Tapi dorongan dan kepercayaan

Bolehkah?

 

Siapakah Aku ?

February 22nd, 2008 by desmeli

Images

Dalam Tiap
Tarikan Nafas

Slalu Terbesit
Keraguan Dalam Hati

Mulut yang Merana
Terpaksa Terucap Lafas

Bertanya : Apa
Arti Sebuah Jati Diri ?

 

Teringat akan
Sebuah Cerita

Tentang Kelinci
dan Kura-kura

Lomba Lari Demi Sebuah
Pengakuan

Harga Diri yang Ditingkatkan

 

Ketika Jalan
Darat Sebagai Arena Pertandingan

Kelinci Dengan Mudah
Mengalahkan

Kura-kura Tanpa
Sedikitpun Rintangan yang Berarti

Tapi Apa yang Terjadi

Ketika Jalan
Sungai Sebagai Arena Pertandingan

Kemudian Beralih?

Dengan Bangga Kura-kura
Mengumumkan

Dirinyalah Sang
Jawara Sejati

 

Cerita Tersebut Mengingatkan

Sejatinya Manusia
Bukanlah Melulu Makhluk yang Mulia

Pun Bukan Berarti
Selalu Makhuk yang Hina

Tetapi Perpaduan
Antara Keduanya

Bahwa

Kelebihan dan
Kekurangan adalah Takdir

Yang Selalu Tersemat
padanya

 

Maka Padanyalah
Akal Diberikan

Untuk Mensiasati
Kekurangan

Menjadi Sebuah Kelebihan

 

Dan Celaka-lah

Ketika Ia Sendiri
Tak Tahu Siapa Dirinya

Kelincikah? Atau
Seekor Kura-kura?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lihatlah Ketika “tangan” Allah Bekerja

February 18th, 2008 by desmeli

Ides

Ketika membaca salah satu kisah nyata dari buku berjudul Kesaksian Seorang Dokter Mensucikan Hati Melalui Kisah-Kisah Nyata karangan
dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair,SpJP seorang dokter spesialis bedah
dan jantung di rumah sakit Riyadh, Saudi Arabia semakin membuka mata
hati bahwa saya, anda dan kita semua hanyalah sebuah perantara untuk
orang lain, hanyalah sebuah alat mobilitas sosial bagi orang lain untuk
pidah dari titik yang satu ke titik yang lainnya.seperti halnya rezeki
yang telah diatur sedemikian rupa untuk masing-masing hamba-Nya yang
mau berusaha dan mereka, kita, anda maupun saya hanyalah sebuah
matarantai pembagi rezeki bagi orang lain tersebut sesuai dengan porsi
yang telah Allah tentukan untuk-nya/kita.saya memcoba merangkum kisah
tersebut untuk kemudian saya posting-kan di blog ini dengan
maksud semoga saja kita-khususnya saya, selalu diingatkan bahwa kita
adalah seorang hamba, hanya sebuah perantara!yang tak berhak
menentukan, memvonis, atau menghakimi seseorang atas
hidupnya.mudah-mudahan.amin

 

[Rangkuman]Kesabaran dan Keyakinan

 

Pada kunjung awal
ke negara Moroko untuk mengadakan pengobatan-operasi jantung- secara
cuma-cuma khusus untuk kalangan fakir miskin dengan dana sukarela dari
seseorang di Saudi Arabia. Dr. Khalid bin Abdul Aziz Al Jubair dan dr.
Muhsin Ubaidillah harus menyeleksi calon pasien karena pembekalan yang
minim dan harus disalurkan kepada mereka-mereka yang diperkirakan akan
mendapatkan hasil dari operasi ini dengan izin Allah.

Di antara pasien
yang datang, ada seorang pasien yang telah berusia empat puluh tahun,
ketika melihat keadaannya dr. Khalid sangat khawatir, ia berjalan tiap
dua langkah berhenti untuk menghela nafas, perutnya membuncit karena
busung, kedua kakinya telah membengkak akibat dari jantung yang lemah,
urat-urat nadi di lututnya telah membesar dan wajahnya menyiratkan rasa
sakit dan penderitaan.

Ketika melihatnya
seperti itu, Dr. Khalid merasa khawatir, dan lebih ngeri lagi saat
ketika ia memeriksa catatan kesehatannya, maka Dr. Khalid mengingatkan
dr. Muhsin agar tidak memasukkannya di dalam daftar orang-orang yang
akan menjalankan operasi.Karena berdasarkan perkiraan Dr. Khalid,
operasi tidak akan memberikan banyak manfaat untuknya, ditambah lagi
bahwa kondisinya sangat mengkhawatirkan. Ternyata
orang tersebut mengerti apa yang Dr. Khalid katakan kepada dr. Muhsin,
maka ia segera menyahut, ”Ingat apa yang telah dikatakan oleh Tuhan-ku,
bukankah dia telah berfirman Dan apabila aku sakit.Dialah Yang akan menyembuhkan aku [1]
Dalam hal ini saya sangat yakin bahwa dengan izin Allah saya akan
sembuh. Wahai dokter, anda hanya perantara saja atas kesembuhan saya
ini, maka operasilah saya, karena sesungguhnya Allah-lah yang akan
menyembuhkan saya.”

Dr. Khalid mencoba
memberikan penjelasan dengan lemah lembut kepadanya, akan tetapi ia
tetap bersikeras minta dioperasi. Maka akhirnya Dr. Khalid katakan
kepadanya, ”Insya Allah, tidak akan terjadi kecuali yang baik.”Meskipun
dr. Khalid tidak merubah pendiriannya untuk mengoperasi orang tersebut.

 

Ketika dr. Khalid
mulai melakukan operasi kepada para pasien, orang itu dua kali datang
kembali, akan tetapi ia ditolak oleh dr. Muhsin.

Pada minggu terakhir dari masa tugas, dr. Dzafir al Khudhairi, ahli Anastesi-pembiusan-,
harus meninggalkan dr. Khalid untuk urusan yang penting, yang mana
mereka berdua telah sepakat sebelumnya bahwa operasi untuk kondisi
seperti orang ini tidak mungkin untuk dilaksanakan disini.Dan beliau
telah menolak untuk melaksanakan anestesi – pembiusan –terhadap seseorang yang kondisinya lebih bagus dari pada orang ini.

Setelah dr. Dzafir
pergi, pada minggu terakhir ini posisi anestesi digantikan oleh dr.
Musthafa al-Sabit, Pada minggu ini pula dr. Muhsin harus beristirahat
dua hari karena sakit. Orang tersebut datang kerumah sakit lagi dan
kemudian dr. Ilmi yang tidak tahu duduk permasalahannya memasukkan
orang tersebut ke dalam daftar tunggu pasien operasi.

Biasanya dr. Khalid
memeriksa pasien yang akan menjalani operasi pada malam hari sebelum
tiba hari pelaksanaan operasi, tepat pada malam hari dimana besok
paginya orang tersebut mendapatkan giliran operasi, dr. Khalid diundang
untuk makan malam dikota al Ribath dan pulang larut malam sehingga ia
malas untuk pergi memeriksa pasien yang akan dioperasi besok hari
kemudian ia berkata pada diri sendiri,” Insya Allah, besok aku akan
berangkat pagi-pagi untuk memriksa pasien yang akan dioperasi.”

Akan tetapi apa
yang terjadi? Allah takdirkan dr. Khalid bangun kesiangan lalu
tergesa-gesa berangkat ke rumah sakit, sesampai di rumah sakit ia hanya
sekilas memeriksa laporan dan tidak menelitinya dengan cermat,. Pada
saat itu dr. Khalid hanya kosentrasi pada hal-hal yang perlu
dilaksanakan terhadap pasien, yakni membenahi tiga titik katup.

Operasi telah
berjalan sesuai dengan rencana sedangkan pasiennya dalam kondisi yang
sangat stabil dan tenang,pasien yang telah dioperasi ditaruh kebangsal
pemulihan,setelah malakukan operasi dr Khalid pergi beberapa saat untuk
beberapa keperluan dan kembali lagi kerumah sakit untuk melihat kondisi
pasien, tiba-tiba dr. Muhsin mengajak dr. Khalid ke bangsal pemulihan,
disana mereka mendapatkan orang yang kondisinya sangat mengkhawatirkan
itu tengah duduk diatas bangsal pemulihan tanpa alat bantu
pernafasan,karena telah dilepaskan darinya. Dr. Khalid terkejut
bagaimana orang ini bisa masuk, kemudian dr. Muhsin menceritakan ketika
beliau absen karena sakit kemarin, orang ini mendatangi dr. Ilmi yang
kemudian memasukkannya kedalam daftar pasien yang menjalani operasi
hari ini karena dr Ilmi mengira bahwa dr. Khalid telah menyetujuinya.

Ketika pagi ini dr.
Muhsin masuk ia terkejut akan keberadaan orang ini lalu menjelaskan
kepada dr. Musthafa-ahli anastesi- bahwa dr. Khalid tidak bersedia
melakukan operasi terhadapnya, tetapi orang ini menangis dan memohon
untuk melakukan pembiusan terhadapnya sehingga dr. Musthafa menyerah
dan beliau mengatakan bahwa ia yang bertanggung jawab dan akan
menjelaskanya kepada dr. Khalid.

Seminggu
kemudian pasien tersebut telah keluar dari rumah sakit dan tiga bulan
kemudian kembali melakukan aktifitasnya yang telah ia tinggalkan sejak
dua tahun yang lalu.

Sesungguhnya
orang ini telah menyerahkan dirinya dan bertawakal sepenuhnya kepada
Allah, maka Allah Ta’ala memberinya kesabaran dan keyakinan akan
datangnya kesembuhan, karena itu ia memaksakan dirinya untuk
menjalankai operasi denga penuh keyakinan bahwa Allah yang Maha Pemberi
dan Maha Mulia akan menyembuhkannya, Allah Ta’ala berfirman ”Barang
siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia kan mengadakan baginya
jalan keluar. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”
[2]

 

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda,” Seandainya
kalian bertawakkal kapada Allah dengan sebenar-benarnya, pastilah Allah
akan memberimu rezeki sebagaimana Ia memberi rezeki kepada burung yang
keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar, dan kembali dalam keadaan
kenyang”
[3]

 

[1] QS. As-Syuara’ : 80

[2] QS. Ath-Thalaq : 2-3

[3] HR. Tirmidzi (4/573) (2344), disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah (310)


Puisi-pun Menangis

February 1st, 2008 by desmeli

Mendung

[ Janji-Janji Angin Surga ]

Dalam bahagiamu simpan dalam-dalam

Tanya sementara, detik ini
saja, bahkan selamanya

Mungkin kau akan kecewa

Percayalah, percayalah
padaku

Yang kau dengar hanyalah

Janji-janji angin surga

 

[ Saya Hanya Bisa Berkata ]

Harapan yang luruh dihapus angin

Rotipun tak lagi bersisa

Hilang di dimakan binatang pengerat

Entah kemana!

Padahal perut ini telah lama menahan nestapa

Tenaga habis terkuras sudah

Saya hanya bisa berkata

Sudahlah, mungkin belum rezekinya

 

[ Banyak Bicara ]

Satu Kata lawan Seribu kata

Ditambah sedikit Pemanis

Seribu Kata jadi Jawara

Satu Kata Menangis Nestapa

 

Eyang Bersabda:”Sudah Ikhlaskan
Saja”

 

010208

Kotabumi, 20-25/12/07

December 27th, 2007 by desmeli

Saudara

(21/12)

 

TeRuNTuK :

 

kakak sepupu-ku Fitrya dan Meilita;

ponakan-ku Rama, Eki, dan Adelia,

adk2-ku Fadli, Agus, Amelia ;

Kakak t’cinta-ku Yeni dan kakak ipar tentu saja D ;

Teman-teman ku
Yasir dilampung yang rela b’gadang cm gara2 mau kasih sms slamat ultah
pas jam 12 malam lewat banyak (Emangnya sengaja b’gadang utk kirim sms
ini pak?! padahal enggak kan, Ge Er :D), Yunan di Jakarta yang terus
nagihin makan2nya mana, padahal ngasih kado juga gak P
, Andina & Ayu di Medan Sahabat kuliah-ku (Masihkah Charlie Angel
itu? :P) ; Arta di Sibolga ,teman kos di Medan (Kangen Masakanmu Bu
L ) ; B’ Ikrar di Rengat atau Belilas nih ? ; Aji di Batam ; Dedek di Pedalaman Medan D
; Vandi di Medan atau Batam yah skrg? Shucy yang lagi kuliah di Jogya
(Moga skripsinya lancar ya dek ) ; Reza yang lama ngilang di pedalaman
Kalimantan, heheh Piss Pak P ; Kak Hermansyah di Banten, Puisinya MANTAB==B gak pake P ; FuHM yan lagi kuliah di Bandung ; Jay  di Radio MediaBanc Jakarta, masihkah?! ; Teman baru-ku Nui di Bogor…hai salam kenal
J , biar masih kabur yang penting tetap sedulur hehe; Adik-ku Zahratu sShyta..Hmm nama yang bagus J ;

 

Terimakasih atas Comment B’Day dan do’a dari semuanya, semoga Allah mengabulkan do’a dan membalas s’mua kebaikan kalian J

 

(20-25/12)

 

Home Sweet Home

 

Kapan-kapan
lagi yah ada tanggal merah sebagus ini?! 2 hari kejepit jum’at dan
senin (21&24/12), ambil kesempatan, Cuti, tentu saja ! Pengennya
sih bablas sampai tahun baru hehehe—itu kalau aku tidak takut seperti
ini ;Ketika di kampung tecinta aku sedang t’tawa-tawa karena bahagia
bisa ketemu orang2 t’cinta dan melupakan semua beban kerja yang
t’kadang bikin sakit kelapa..eh salah! Kepala maksudnya kemudian hang seperti komputer terkena virus My Love,
sedangkan nun jauh di Jakarta, di sebuah bangunan yang tidak terlalu
tua ada seseorang laki-laki dengan mengendap-endap, clingak-clinguk ,
membawa dan kemudian menaruh hati-hati di meja kerja-ku sebuah amplop
wangi berwarna pink bergambar bunga mawar yang berisi surat….pemecatan! –yah alhasil cukup sampai tanggal 25 saja
L

 

Duduk-duduk di
depan teras rumah, lihat pohon jambu yang kayunya sudah mati! Jelas
tidak b’buah lagi, nostalgia-ku tentang pohon jambu ini banyak sekali, engine di kepala-ku mulai mencari ketika aku entry pohon jambu lalu klik search ..hmm t’nyata aku t’tawa geli ketika engine kepala-ku menemukan memory tentang pohon jambu itu ; t’nyata dulu aku nakal sekali D  hihihi..

 

Pertama)
dulu aku akan lari terbirit-birit menuju pohon jambu itu dan menaikinya
ketika aku sukses besar membuat kakak ku marah akibat kejahilanku
padanya, pohon jambu itu merupakan benteng pertahananku yang paling
ampuh dari serangan musuh—dalam hal ini tentu saja kakakku! Kenapa
paling ampuh? Karena kakakku takut pada ketinggian dan beliau tidak
bisa menaiki pohon yang berjenis dikotil,apapun itu,Yes! P

 

Kedua) aku
akan lebih senang bertengger diatas dahan pohon jambu untuk pelajaran
yang menyangkut hapalan—alasannya, tidak akan ada orang yang protes
ketika aku menjerit-jerit menghafal pelajaran tersebut, karena tidak
t’dengar dari dalam rumah dan memang begitulah gayaku menghafal P

 

Ketiga)
Ketika pohon jambu itu berbuah aku akan senang sekali berada diatas
pohon jambu, selain dapat langsung menikmati buahnya dari atas pohon,
aku juga senang memetiknya untuk dibagikan ketetangga-tetanga—tapi
tetap saja ada yang mencuri
L , kurang! Yeee tanem aja sendiri

 

Keempat) Ayahku
membuat sebuah ayunan yang diikat pada salah satu dahan pohon jambu
itu…Syuuur angin berhembus menerpa wajahku ketika kumulai mainkan
ayunan itu. I L U Dad
J

 

(22/12)

 

Me and My Cousin (Eki : 5,5th)

Eki : Tek pinjam Hpnya nya dong buat main Game **muka

  Memelas**

Aku : Gak ah, pijetin dulu dong **tersenyum usil**

Eki : Yaaaah etek L

Aku : Gak mau ya sudah

Eki : Bentar aja yah?

Aku : Iyah, masing2 tangan dan kaki 25 kali pijet

Eki : **Cemberut tapi mulai memijat**

Aku : 1..2..3..4..5..6..7..8..9..10..11..12…8..9..10..11..

Eki : Yah masa diulang lagi **protes sambil menghentak-

  Hentakan kaki**

Aku : **Tertawa puas D **

 

Me and My Cousin (Rama : 10th)

Rama adik
sepupuku yang bisa dibilang anak nenek, bukan anak mama kerana dia
memang lebih dekat dengan neneknya.susah pisah dengan neneknya
  (neneknya adalah kakak ibuku, biasa kupanggil : mak uo). ketika isengku muncul

Aku  : Mak uo ikut ke Jakarta yuk

Mak Uo : Ayo lah ** tau maksudku yang niat nyandain Rama**

Rama : Gak boleh **sambil pijetin kaki neneknya**

Aku : Yeee..kenapa? orang ngajak neneknya kok

Rama : Gak boleh pokoknya **mulai sedih**

Aku : Mak Uo bajunya yang mana yang mau dibawa, sini biar Ides

  Beresin..ini baju daster pinknya dibawa juga yah **pura-

  Puranya lari ke kamar buat beres2 pakaian Mak Uo**

Rama : Gak boleh **Suaranya mulai melemah masih memijat

  Neneknya dia tekuk wajahnya dalam2 dan….air mata!

Aku : **Serta merta kupeluk tubuhnya** etekkan Cuma bercanda   dek…diam sayang yah **jadi ikutan sedih :( )

 

Me and My Cousin (Adelia : 3th)

Aku : Kulit Adel kok itam baget sih

Adelia : Bialin aja tek

Aku : Jelek tauuuu

Adelia : Adelkan anak Bapak, Bapakkan kulitna itam

Aku : @#$%^& ????

 

*Etek (Tante = Padang dictionary)

 

 Jakarta, 27 Desember 2008

 Aku yang masih rindu rumah L

 Selamat Idul Adha dan Tahun Baru



Hidup Adalah …….

November 28th, 2007 by desmeli

MendakiTitik-Titik Keringat Perlahan Jatuh di Dahi

Derasnya Air Mata Mengalir di Pipi

Nafas yang Terengah-Engah Berpacu Dengan Waktu

 

Halal dan Haram Cara Bertahan Hidup

Dalam Rimba Masyarakat yang Bergerak Cepat

Jangankan Untuk Berhenti, Lambat Sedikit Saja

Roda Zaman Menghampiri

Melindas Tanpa Mau Mendengar Jerit Hati

 

Menghampiri Kegundahan Untuk Segera di Selesaikan

Memecut Hari Untuk Terus Bernafas Demi

Mereguk Nikmatnya Segala yang Diberikan Hidup

 

Harapan, Doa dan Syukur di Gantungkan Pada Sang M-A-H-A

Setelah Mengerahkan segala Usaha

Kepada Allah-lah Semua Bermuara

 

Mengamati Hitam Putihnya Proses Kehidupan

Memberikan Arti Tersendiri

Bahwa Hidup Adalah Perjuangan!!!

 

Hotel Santika, Jakarta [08.45]

281107

 


Karena Aku Wanita

November 27th, 2007 by desmeli

Air_mata_1Ugh! Lagi-lagi
ia selalu mendesak-desak untuk keluar, sudah semampuku menahan, sudah
semampuku bertahan tetap jua tak terlawan.Meski ia bagiku adalah obat
dari rasa marah, kesal dan sedih atau rasa bersalah yang tak mampu
kuungkapkan, tetapi ingin sekali kuteriakkan ”Hei jangan keluar
sekarang!ini bukan saatnya, ini bukan tempatnya!mengertilah…..nanti
saja jika semua orang tak ada…nanti saja jika malam telah gelap gulita”
Tetapi tanpa peduli apa yang otakku perintahkan, tetap saja kau mendesak-desak ingin keluar, ungkapkan rasa.

 

Pernah
sekali-waktu ku sembunyikan, mencoba tetap tersenyum walau hati
terluka, mencoba untuk tegar meski remuk redam segala asa,
tetapi….ah!air mata selalu saja tumpah,tak dapat diajak bekerjasama,mengapa?!itu karena ia lahir dari lubuk yang terdalam,  itu
karena ia ingin setia pada apa yang dikatakan hati, itu karena ia tak
mau mengingkari bahwa memang benar adanya benang merah antara air mata
dan perasaan.

 

Terkadang aku
tak jarang pula dibuat malu oleh ulah si air mata yang keluar tanpa
mampu melihat situasi dan kondisi lingkungan yang sedang kuhadapi, tak
peduli apakah aku sedang berada di dalam sebuah forum
formal, tak peduli apakah aku sedang berada disebuah angkutan umum, tak
peduli apakah aku berada dikeramaian orang…meskipun itu bukanlah sebuah
tangis raungan tapi cukup mampu menarik perhatian banyak orang.Duh
malunya!

 

Sendirinya aku pernah bertanya,”Kenapa sih begitu mudahnya megeluarkan air mata?”Jawabnya hanya satu…….Karena aku wanita!

 

  Berikan aku waktu kawan….,

 Kawan…. hanya 10 menit, 

 10 menit saja ya….

 Ya! Biarkan air mata obatkan

 ..obatkan hati yang terluka (

Jakarta,261107

Terimakasih ya Allah, Engkau masih anugrahi aku air mata,

Itu berarti bahwa Engkau masih memberiku bahagia setelahnya…

 

 

 

 

Kisah Anak Yang Berbakti Terhadap Ibunya

November 16th, 2007 by desmeli

Gb11

Takut Mendahului Ibu

 

 Imam
Ali Zainal Abisdin r.a adalah seorang yang sangat berbakti kepada
ibunya. Meski dikenal sebagai orang yang berbakti kepada ibunya, tetapi
dia tidak mau makan bersama ibunya.

 Salah
seorang sahabatnya pernah bertanya,” Anda ini orang yang paling
berbakti kepada ibu, mengapa kami tidak pernah melihat Anda makan
bersamanya?”

 Imam
Ali Zainal Abidin r.a. menjawab,” Ya, karena saya khawatir tanganku
mendahuluinya mengambil suatu makanan yang telah dipandangnya dan ingin
dimakannya. Jika demikian, aku pun telah mendurhakainya.”

 

Penghormatan Seorang Ulama pada Sang Ibu

 

 Haiwan
bin Syuraih adalah seorang ulama tersohor yang berbakti kepada ibunya.
Dia sama sekali tidak pernah menentang perkataan ibunya. Dia termasuk
ulama besar yang memiliki banyak murid.

 Suatu
hari ketika dia sedang mengajar murid-muridnya, ibunya datang ke
majelisnya. Ibunya menyuruhnya. ”Berdirilah, Haiwan! Berikan gandum ini
pada ayam-ayam,” perintah sang ibu.

 Seketika
itu juga Haiwan berdiri dari tempatnya mengajar. Dia tinggalkan
murid-muridnya untuk memenuhi perintah ibunya. Tanpa merasa risih dan
sungkan, dia memberikan gandum itu kepada ayam-ayam sebagaimana
diperintahkan oleh ibunya.

 

Mampir   Sejenak !

Melakukan   hal-hal kecil, sederhana dan seringkali dianggap hina bisa menjaga seseorang   agar selalu

rendah hati,   seberapapun tinggi dan terkemukanya ia di mata banyak orang.

 

 

Menyusui Ibu di Penjara

 Di
suatu negeri hiduplah seorang ibu bersama dengan seorang outrinya.
Suatu ketika si ibu melanggar peraturan negeri itu. Karena itu, si ibu
dihadapkan ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan
kesalahannya.Dalam persidangan, hakim memutuskan bahwa si ibu bersalah
dan dihukum dengan hukuman mati.Bentuk hukuman matinya adalah dengan
menjebloskan ibu itu ke penjara tanpa diberi makan sedikitpun.

 Tentu
saja si ibu sangat sedih menerima keputusan pengadilan yang menjatuhkan
hukuman mati kepadanya. Kesedihannya semakin bertambah karena dia harus
berpissah dengan putrinya.Terbayang bagaimana kehidupan putrinya nanti
dan siapa yang akan mengasuhnya.

 Meski
demikian, dia berusaha menjalani hukuman itu dengan tabah. Baginya, ini
merupakan suratan takdir yang harus dijalaninya. Tak lama, sejak
keputusan pengadilan dijatuhkan, si ibu langsung dijebloskan ke penjara.

 Meski
si ibu dijebloskan ke penjara, petugas penjara masih memberikan izin
kepada putrinya tersebut untuk menjenguknya. Dengan catatan, putrinya
itu tidak di perkenankan membawa makanan.

 Anehnya,
meski sudah dijebloskan ke penjara selama beberapa hari tanpa diberi
makan sama sekali, ibu itu masih tetap hidup. Hal ini membuat petugas
penjara curiga, jangan-jangan putrinya memberinya makan tanpa
sepengetahuan petugas.

 Untuk
itu, ketika putrinya datang menjenguk ibunya di penjara, diam-diam
petugas penjara mengintai apa yang dilakukan putrinya itu terhadap
ibunya sehingga bisa bertahan hidup. Petugas yang mengintai seakan
tidak percaya dengan apa yang disaksikan di dalam penjara. Ternyata,
putrinya itu menyusui ibunya.

 Segera
petugas penjara itu melaporkan kejadian tersebut kepada raja. Mendengar
laporan tersebut, raja tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh si
putri terhadap ibunya di penjara. Akhirnya, raja memutuskan untuk
membebaskan perempuan tua itu.

Mampir   Sejenak !

Sebuah
kisah ajaib tentang bakti anak terhadap ibunya. Ketulusan cinta kasih
terkadang bisa menjadikan apa pun yang mustahil jadi mungkin.