Nikmat Allah yang kita dustakan

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Ar Rahman : 13)

Terkadang banyak diantara kita yang secara sadar maupun tidak,
pernah melupakan kasih sayang yang Allah berikan, sering kali kita lupa
bersyukur tentang nikmat yang Ia berikan pada kita, sebagai manusia
biasa yang jauh dari sempurna saya ataupun mungkin juga anda pernah
melakukannya. LUPA BERSYUKUR!

Tulisan ini hanya sekedar untuk merenung, khususnya buat saya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

 

Sebuah pekerjaan memang membutuhkan kosentrasi yang tinggi agar
mampu diselesaikan dengan baik, tapi jika suatu perusahaan penganut ” SMALL IS BEAUTIFUL” ataupun “MATRIX”
bagaimana?! Kebetulan perusahaan saya (maaf saya tidak menyebutkan
perusahaan lama ataupun yang sekarang)penganut sistem ini, tak ada yang
salah sebetulnya dalam sistem ini, tetapi yang jadi masalah adalah
ketika pekerjaannya sudah overload maka kemungkinan besar akan terjadi banyak kesalahan yang dilakukan ketika pekerjaan melebihi kapasitas dan matrix pula. Suatu hari saya pernah dipanggil atasan saya akibat kesalahan-kesalahan yang saya lakukan sebelumnya, “ Janganlah lagi melakukan kesalahan“kata beliau sambil tersenyum, ” Iya pak, jika saya sudah menjadi malaikat” tentu saja jawaban itu hanya bisa berada didalam hati saja.

Perkataan atasan saya mengenai janganlah lagi yang saya artikan adalah bahwa saya tidak boleh melakukan
kesalahan dalam bentuk apapun mulai detik itu.sedangkan Allah ciptakan
saya sebagai manusia dimana tempatnya adalah Salah dan Khilaf . Sungguh
dengan kejadian ini menambah keyakinan saya bahwa Allah Maha Pengasih
dan Penyayang.

Lihatlah yang Allah katakan jika kita melakukan kesalahan : ” Maka bertobatlah kamu”

 

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Setiap manusia pernah mengalami pasang surutnya kehidupan ; kadang
kala ia senang, kadangpun ia susah ; lain waktu ia berbahagia, waktu
yang lain ia bersedih, dan begitulah seterusnya warna warni yang
menjadi bagian dari kehidupan.

Banyak diantara kita juga yang mempunyai pengalaman dimana kita
pernah mengalami kesulitan dan kemudian meminta bantuan kepada teman,
tetangga ataupun kerabat lantas di Tolak (secara
sadar ataupun tidak kita pernah menjadi salah satu pelaku penolakkan
tersebut), seringkali kata penolakkan yang kita dapat :” Maaf, saya sendiripun lagi mempunyai banyak masalah”

Tapi lihatlah yang Allah katakan jika kita memohon bantuan padaNya :” Mintalah, maka kau akan Ku beri”

 

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Baru-baru ini saya dikoreksi oleh seorang teman mengenai kalimat Take and Give, bahwa sebetulnya kalimat yang benar adalah Give and Take (lihat kamus bahasa Inggris-bahasa Indonesia),Berikan baru menerima ,
benar saja yang teman saya katakan, kalau kita ingin sedikit saja
mengaji kehidupan disekitar kita, siapa sih orang yang berbaik hati
memberikan hak kita baru kemudian meminta kita melaksanakan kewajiban,
pun kalau ada jumlahnya mungkin sedikit sekali.

Mari lihatlah yang Allah katakan mengenai hal ini :” KasihKu mendahului azabKu”

Yang saya tulis ini hanyalah sebagian kecil dari nikmat yang Allah
berikan pada kita, Maka nikmat Allah yang mana lagi yang akan kita
dustakan?

Ya Robb,

Ampuni kami


Leave a Reply