Archive for April, 2008

Be Careful

Friday, April 25th, 2008

Setelah kemarin sore saya membaca blognya Haji saya kepikiran untuk membuat postingan ini. Cuma share aja buat teman-teman yang sedang atau akan melamar pekerjaan baik yang Fresh Graduate
maupun yang telah beberapa kali punya pengalaman kerja.harap hati-hati
jika anda melamar atau mendapatkan panggilan dari perusahaan  yang
bergerak di bidang investasi berjangka (pialang), selain banyak
perusahaan jenis ini yang tidak mempunyai izin resmi resikonyapun sangat besar, dulu ketika pertamakali saya menjadi jobseeker di kota ini, seperti kebanyakan jobseeker lainnya
saya juga sibuk membaca koran yang memuat lowongan-lowongan kerja.dari
info sebuah koran ternama di Indonesia saya melamar sebagai karyawati
di PT Graha Finesa , selang satu atau dua hari kemudian mereka
mengundang saya untuk wawancara,pelamar lainpun banyak sekali yang
datang ketika itu, tibalah giliran saya diwawancara, sebetulnya sedikit
merasa aneh karena pertanyaan wawancara hanya seputar keluarga saja
seperti : apa pekerjaan ayah saya, pekerjaan ibu saya, berapa saudara
kandung saya, dimana mereka kuliah, tinggal di jkt ini sama siapa,
ngekos atau milik sendiri dan tidak ada sama sekali pertanyaan yang
menyangkut mengenai keahlian saya atau sejauh mana saja mengetahui jobdesc pada posisi yang saya lamar.

Setelah wawancara, mulai hari itu juga saya juga teman-teman pelamar
lainnya diberikan training yang kata mereka akan dilangsungkan selama
satu minggu, sebelum Instruktur datang ke dalam ruangan training, para
pelamar yang satu ruangan sama saya mulai berbisik-bisik saling tukar
informasi dari mana mereka mendapatkan info mengenai lowongan kerja
ini, mereka merasa ditipu karena sebetulnya  lowongan yang diiklankan
tidak sesuai dengan kenyataan karena ternyata mereka membuka lowongan
kerja hanya untuk ingin mencari nasabah .jika awalnya saja sudah
berbohong bagaimana nanti kelanjutnya? .

Saya tetap mengikuti training tersebut meskipun saya juga merasa
tertipu, bukan!bukan karena saya tertarik untuk investasi sebesar
313.000 yen  yang jika dirupiahkan saat itu sekitar kira-kira Rp
25.000.000,- (bank mana yang bersedia saya rampok untuk mendapatkan
uang sebanyak itu P ) tapi lebih karena alasan :

  1. sebagai seorang yang kesepian (halah!) tentu saya senang disini
    karena mendapatkan banyak teman, kebetulan waktu itu saya hanya tinggal
    di rumah berdua saja bersama tante, karena siang hari tante saya
    bekerja otomatis kalau siang hari saya hanya sendiri saja dirumah.
  2. Tidak mempunyai janji bertemu dengan      siapapun
  3. Belum ada undangan wawancara dari      perusahaan lain
  4. Tanpa sadar ada hikmah yang Allah berikan dibalik ini semua,
    sehingga hati saya digerakkan olehNya untuk tetap mengikuti training
    ini.

Bergitulah sampai hari ketiga saya tetap datang untuk mengikuti
training tersebut, jadi tahu bagaimana proses bekerjanya sebuah
perusahaan investasi berjangka (bursa) , yang menurut saya cara
bekerjanya mirip seperti berjudi hanya saja ini mempunyai data yang
diolah (saya tidak tahu halal haramnya), kemudian saya berkenalan
dengan teman yang senasib dengan saya, namanya Ita (Where are u?),
kebetulan saya dan dia satu kelompok dalam training ini, usai mengikuti
training hari ketiga saya diminta untuk menemaninya ke kampus
(perbanas) guna pengurusan pengambilan ijazahnya, kebetulan beliau juga
baru tamat kuliah, karena memang kami satu arah ya sudah saya temani
saja.Tiba dikampus beliau sibuk masuk ruang jurusan saya sibuk baca
mading..ee ada lowongan kerja yang menurut saya cocok dengan saya, lalu
saya catat dan besoknya saya kirimkan lamarannya langsung, seperti yang
saya katakan pada point ke-4, alasan mengapa saya tetap mengikuti
training tersebut karena ada hikmah yang diam-diam Allah berikan pada
saya ternyata dengan cara itulah saya mendapatkan pekerjaan pertama
saya. Benar saja Hadis nabi tentang : mengapa beliau menganjurkan kita untuk rajin Silaturrahmi, karena tali Silaturrahmi memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki

 

Kemarin iseng browsing internet dengan kata kunci PT Graha Finesa, eee..saya nemu deh blog ini, jadi tau kalau sekarang Graha Finesa telah dibekukan bukan karena mereka tidak mempunyai izin tetapi karena mereka membuka informasi lowongan kerja palsu , tuh kan !!! nipu siih.

Nikmat Allah yang kita dustakan

Wednesday, April 23rd, 2008

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Ar Rahman : 13)

Terkadang banyak diantara kita yang secara sadar maupun tidak,
pernah melupakan kasih sayang yang Allah berikan, sering kali kita lupa
bersyukur tentang nikmat yang Ia berikan pada kita, sebagai manusia
biasa yang jauh dari sempurna saya ataupun mungkin juga anda pernah
melakukannya. LUPA BERSYUKUR!

Tulisan ini hanya sekedar untuk merenung, khususnya buat saya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

 

Sebuah pekerjaan memang membutuhkan kosentrasi yang tinggi agar
mampu diselesaikan dengan baik, tapi jika suatu perusahaan penganut ” SMALL IS BEAUTIFUL” ataupun “MATRIX”
bagaimana?! Kebetulan perusahaan saya (maaf saya tidak menyebutkan
perusahaan lama ataupun yang sekarang)penganut sistem ini, tak ada yang
salah sebetulnya dalam sistem ini, tetapi yang jadi masalah adalah
ketika pekerjaannya sudah overload maka kemungkinan besar akan terjadi banyak kesalahan yang dilakukan ketika pekerjaan melebihi kapasitas dan matrix pula. Suatu hari saya pernah dipanggil atasan saya akibat kesalahan-kesalahan yang saya lakukan sebelumnya, “ Janganlah lagi melakukan kesalahan“kata beliau sambil tersenyum, ” Iya pak, jika saya sudah menjadi malaikat” tentu saja jawaban itu hanya bisa berada didalam hati saja.

Perkataan atasan saya mengenai janganlah lagi yang saya artikan adalah bahwa saya tidak boleh melakukan
kesalahan dalam bentuk apapun mulai detik itu.sedangkan Allah ciptakan
saya sebagai manusia dimana tempatnya adalah Salah dan Khilaf . Sungguh
dengan kejadian ini menambah keyakinan saya bahwa Allah Maha Pengasih
dan Penyayang.

Lihatlah yang Allah katakan jika kita melakukan kesalahan : ” Maka bertobatlah kamu”

 

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Setiap manusia pernah mengalami pasang surutnya kehidupan ; kadang
kala ia senang, kadangpun ia susah ; lain waktu ia berbahagia, waktu
yang lain ia bersedih, dan begitulah seterusnya warna warni yang
menjadi bagian dari kehidupan.

Banyak diantara kita juga yang mempunyai pengalaman dimana kita
pernah mengalami kesulitan dan kemudian meminta bantuan kepada teman,
tetangga ataupun kerabat lantas di Tolak (secara
sadar ataupun tidak kita pernah menjadi salah satu pelaku penolakkan
tersebut), seringkali kata penolakkan yang kita dapat :” Maaf, saya sendiripun lagi mempunyai banyak masalah”

Tapi lihatlah yang Allah katakan jika kita memohon bantuan padaNya :” Mintalah, maka kau akan Ku beri”

 

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Baru-baru ini saya dikoreksi oleh seorang teman mengenai kalimat Take and Give, bahwa sebetulnya kalimat yang benar adalah Give and Take (lihat kamus bahasa Inggris-bahasa Indonesia),Berikan baru menerima ,
benar saja yang teman saya katakan, kalau kita ingin sedikit saja
mengaji kehidupan disekitar kita, siapa sih orang yang berbaik hati
memberikan hak kita baru kemudian meminta kita melaksanakan kewajiban,
pun kalau ada jumlahnya mungkin sedikit sekali.

Mari lihatlah yang Allah katakan mengenai hal ini :” KasihKu mendahului azabKu”

Yang saya tulis ini hanyalah sebagian kecil dari nikmat yang Allah
berikan pada kita, Maka nikmat Allah yang mana lagi yang akan kita
dustakan?

Ya Robb,

Ampuni kami


Bila Nasi Telah Menjadi Bubur

Wednesday, April 23rd, 2008

 

“Marilah nak kemari..menangislah didada mama, ini
bukanlah kesalahanmu seorang diri saja, ini kesalahan mama…mari sini
sayang..menangislah didada mama”

Ia mulai menyadari semua kesalahannya, tatkala semua telah
terlambat.Nasi telah menjadi bubur.Tapi haruskah semua
berakhir?tidak!selama jantung masih berdetak, selama nadi masih
berdenyut dan paru-paru masih bernafas, semua tak bisa diakhiri, semua
tak bisa dihindari ataupun dibuang begitu saja karena masih ada hati
disana, masih ada asa yang tergantung menunggu uluran sayang dan
cintanya.

 

Orang tua yang sibuk dengan pekerjaan mereka,
sibuk dengan urusannya sendiri yang dalam kesehariannya tak punya waktu
lagi untuk anak mereka meski hanya menanyakan kabarnya hari
ini.Sangkanya dengan hanya memberikan hak anak berupa materi maka
selesailah kewajiban mereka sebagai orangtua.

 

Maka lihatlah jiwa yang rapuh, jiwa yang masih
mencari-cari jati diri, dan haus akan kasih sayang orangtua, mereka
kini telah tersesat jauh di lorong gelap.Sedemikian jauhnya mereka
terdampar pada sebuah kehidupan bebas tanpa aturan dan batas. Hidup
berkawan setan dan bersahabat iblis. Bisa saja tawa mereka berderai
keras saat mengelar pesta bersama para iblis, pestanya bisa berbentuk
apa saja dalam zona larangan.tetapi lihatlah lebih jauh kedalam jiwa
mereka, yang ada hanyalah kekosongan dan kehampaan.

Dulu sekali aku punya cita-cita

Ketika aku belum tahu betapa  kerasnya hidup ini

Ingin kucoba meraihnya

Tapi aku sadar aku takkan bisa

Tanpa bantuanmu Ayahanda

Tanpa bantuanmu Ibunda

Tak sekedar materi buatku bahagia

Keikutsertaanmu dalam setiap detik hidupku

Membuat aku merasa lebih berguna

 

Duluuu sekali…Aku punya cita-cita.

Jika telah begitu, patutkah para orang tua
mencaci-maki anak perempuan mereka yang kedapatan telah hamil diluar
nikah atau anak lelaki mereka yang kecanduan narkoba. Pantaskah? Lalu
membuang mereka begitu saja seolah-olah ini hanyalah kesalahan mereka
seorang diri saja.Wahai….sungguh naif sekali.

 

Kini nasi telah menjadi bubur. membuangnya
begitu saja bukanlah sebuah pilihan yang bijaksana.Lihat dan pahami
bahwa bubur yang membutuhkan sedikit pengolahan rasanyapun akan menjadi
nikmat.Begitupula anak yang terperosok jauh ke lembah hitam.mereka
adalah korban.sebuah kesalahan yang bukan hanya terjadi karena
kesalahan mereka seorang diri saja.Bercerminlah untuk melihat diri
sendiri, bagaimana cara para orang tua mendidik mereka, adakah
kesalahan dalam pengasuhannya.tak guna lagi kini mencari siapa yang
salah, menarik tubuh mereka kedalam pelukan orangtua merupakan solusi
yang luar biasa,jangan biarkan mereka kembali kedunia kelam.perbaikilah
keadaan, masih ada cahaya terang di ujung lorong sana.

 

Jikapun kau nekat menghujat mereka, maka jangan salahkan jika aborsi dan bunuh diri menjadi pilihannya.tahukah engkau bahwa jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2jt pertahun, dan tingkat bunuh diri mencapai lima puluh ribu orang per tahun dan kau turut bersumbangsih terhadap angka itu.

Maka mari perbaiki keadaan wahai orangtua dan
calon-calon orangtua bahwa kesalahan dan masalah yang timbul harus
diselesaikan dan jadikanlah itu sebagai cerminan atau sejarah sehingga
dikemudian hari tidak akan pernah terulang lagi.

Sebuah Cerita Tentang Kami

Wednesday, April 23rd, 2008

Papan CaturUdara
dingin tadi malam yang menyelimuti kota Jakarta sebetulnya sangat
membuat tidur semakin nyenyak, tapi entah mengapa mata ini belum juga
mau terpejam padahal lampu kamar telah dimatikan, adik saya Ameliapun
mengalami hal yang sama,“ susah tidur “,begitu katanya, kebetulan kami
tidur dalam satu kamar yang sama. mungkinkah ini efek dari tidur siang
yang kami lakukan secara masal, pasalnya hari minggu adalah hari yang
kami klaim sebagai hari khusus bermalas-malasan jika tidak ada agenda
untuk keluar rumah tentu saja, -Memanusiakan Manusia-
begitulah kira-kira kami menyebutnya. setelah dari hari senin sampai
jum’at yang terkadangpun hari sabtu sering terpakai untuk lembur atau
kuliah buat adik saya, sangatlah wajar jika tubuh dan pikiran ini
beristirahat sejenak , pun setelah pagi harinya ia tetap bekerja
membersihkan rumah dan sebagainya.

 

Kembali ke persoalan mata yang tak jua kunjung
terpejam, iseng-iseng si adik membuka menu permainan di Handponenya,”
main catur saja” katanya, aha! “ mari kita main berdua”, usulku yang
disambut gembira olehnya. Catur oh catur telah lama sekali saya tidak
memainkan permainan ini, selepas kuliah kira-kira, berarti sekitar
kurang lebih empat tahunan yang lalu, wow!semoga saja saya belum lupa
cara bermainnya.tak lama kemudian permainanpun dimulai, adik saya
memilih warna putih sebagai jagoannya, karena tidak ada pilihan lain,
tentu saja warna hitam yang jadi andalan saya.dengan lincah ia mainkan
pion miliknya, beeuh! bak pecatur profesional saja lagaknya, benar saja
empat kali langkah “ ratu” milik saya telah lahap dimakannya, hati
semakin miris dibuatnya, terbayang sudah kekalahan yang nyata, tapi
tenang saja hanya sebuah “ ratu” toh saya masih mempunyai dua menteri
pertahanan (benteng), dua menteri olahraga (seluncur) dan dua panglima
perang (kuda) serta beberapa pion yang setia melindungi sang raja,
begitulah suara hati saya yang memberikan dukungan sepenuhnya pada
permainan malam ini. Mengenai status “menteri” yang kami berikan, itu
hanyalah istilah yang kami berikan suka-suka hati, hanya untuk menambah
kebahagian dalam permainan ini, tak seorangpun yang berhak memprotes
ataupun mencekalnya karena permainan malam ini, kamilah yang
berkuasa.Tiba-tiba timbul niat saya untuk menggoda sang adik, saya
katakan padannya bahwa mata saya mulai mengantuk dan memintanya untuk
segera mengakhiri permainan ini, ho-ho apa yang terjadi?! Si adik mulai
uring-uringan meminta pada saya untuk terus melanjutkan permainan
ini-tentu saja ini adalah senjatanya untuk mengejek saya, jika akhir
dalam permainan ini saya kalah dibuatnya-. setelah puas menggoda,
sebagai seseorang yang mempunyai jiwa ksatriawati lalu saya teruskan
permainan ini, begitulah, ternyata dalam permainan ini sayalah anak
mudanya, seperti yang digambarkan oleh film-film dimana jagoannya
selalu kalah di awal permainan dan menang pada akhir pertandingan,
rupanya keberuntungan sedang berada di pihak saya, beberapa kali adik
saya lengah sehingga satu persatu pasukan perangnya “tewas” ditangan
saya, mula-mula pion, lalu menteri pertahanan , lalu panglima perang,
kemudian menteri olah raga dan yang yang kemudian membuat hatinya
sedikit ketar ketir adalah ketika menteri pertahanan saya men-ster “
ratu” miliknya. Bagaikan buah simalakama, jika ”ratu” miliknya nekat
menewaskan menteri pertahanan saya, maka panglima perang saya telah
siaga pada area L dan siap membalas dendam kepadanya, tapi jika sang
ratu memilih jalan lain untuk menyelamatkan dirinya maka Raja-lah yang
menjadi tumbalnya, hanya ada dua pilihan, korbankan Ratu atau akhiri
permainan dengan tidak menyelamatkan sang Raja, dalam kebingungannya
memilih tiba-tiba ditutupnya aplikasi permainan ini sambil berteriak “
Sudahan aaahh” tentu saja itu dilakukannya sambil tertawa-tawa dengan
maksud menggoda saya,berakhirlah permainan ini, adikku telah putus asa,
pikirnya bagaimana ia bisa menyelamatkan sang Raja jika sang Ratu yang
menjadi andalannya tewas seketika, lantas apakah saya marah padanya?
Tidak! Ini hanyalah sebuah permainan, yang awalnya kami niatkan sebagai
penghibur belaka, tentu saja sikapnya ini adalah bahan saya untuk
menggodanya dikemudian hari, akhirnya kami tertawa bersama-sama.

 

Malam makin larut dalam kesunyian, adik saya
telah terlelap dalam mimpinya, namun mata ini tak kunjung terpejam
juga, kembali teringat tentang permainan yang beberapa menit lalu kami
mainkan, saya hanya bisa tersenyum jika mengingatnya, permainan atau
pertandingan dalam bentuk apapun pada akhirnya harus mempunyai siapa
yang kalah dan siapa yang menang, begitu pula hendaknya partai-partai
politik dinegara kita ini, harus mengakui kemenangan lawan meskipun
terkadang dia mendapatkan kemenangan itu dengan kecurangan, percayalah
kemenangan yang didapat dari kecurangan tidak akan bertahan lama karena
:


Selamanya Kebenaran Tidak Akan Terkalahkan

yang perlu dilakukan adalah mundur selangkah, atur
strategi untuk kemudian maju lagi dalam kompetisi berikutnya, tidak
dengan bersikap anarkis , melempar asbak atau gontok-gontokkan dalam
sidang misalnya dan parahnya lagi kejadian memalukan itu disaksikan
oleh berjuta-juta rakyat yang akan dipimpinnya. Rakyatpun berkata “
ternyata pemimpinku hanyalah seorang anak kecil”

Jangan ambil masa kanak-kanak anakmu jika tidak ingin ia kelak menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan

 

Oaaaagh….ternyata mata ini mulai terkantuk.Selamat malam Jakarta

Justice May be Blind

Tuesday, April 8th, 2008

justice may be blindMelihat tayangan K!ck Andy dengan topic Terperangkap di hutan rimba
membuka mata dan telingga serta menghalalkan fakta kebenaran,
pengesahan tak tertulis tentang sebuah kalimat “Justice May be Blind”
.Ya ! hukum di Indonesia ini mukin telah lama buta . Banyak para
penguasanya yang berlaku semena-mena, suatu KESALAHAN dengan keajaiaban
magic penguasa bisa menjadikannya sebuah KEBENARAN, para
pemutar-balikan fakta berkembang beranak pinak tanpa mampu lagi
dipangkas sampai keakarnya, mengada-adakan sebuah pengecualian untuk
seseorang kebal terhadap hukum.lihatlah kasus orang ini sangkanya,
dengan kekuasaannya ia boleh membeli harga sebuah nyawa sedangkan
karena kebodohannya ia tak jua tahu bahwa nyawa dirinya-pun tak mampu
ia beli.

Hukum seperti apa yang dilakoni oleh para pengadil di negeri ini, toh hakim dan jaksa saja bisa dibeli.

Kepada siapa lagi harus mengadukan kegundahan hati? Berapa orang lagi yang harus mati demi tumbal negeri ini ? Munir, Marsinah, Widji Tukul….dan harus berapa deret nama lagi untuk melengkapkan betapa buruknya hukum negeri ini.

Lantas siapa yang bertanggung jawab atas nasib warga Sidoarjo pada kasus Lapindo, anak-anak yang mati kelaparan, anak-anak putus sekolah.

 

Dimana janji para penguasa ketika kampanye dijalan-jalan,
dipelosok-pelosok desa, di sudut-sudut gang, disekolah-sekolah,yang tak
peduli ketika kulitnya terbakar terik matahari , yang tak lagi
digubrisnya ketika air hujan membuat tubuhnya kedinginan.

 

Tapi lihatlah ketika kekuasaan telah ditangan tak satu-pun janji terlaksanakan

belenggu

Tak perlu lagi bambu runcing

Tak guna lagi peluru yang mendesing

Bising!

Telingaku sudah jengah!

Lelah mendegar deru suara mesin

 

Sudah…cukup sampai disini saja

Darah yang bersimbah di negeri kita

Kita ini sudah merdeka!!

Tidakkah kau dengar lantunan lagu Indonesia Raya?!

Tidakkah kau lihat kibaran bendera kita?!

Tak ada lagi Jepang dan Belanda

Kalaupun ada, hanya sebagai turis mancanegara

 

Tapi apa beda? Hanya status yang merdeka

Kenyataannya? Penuh tanda tanya!

Kezaliman merajalela, penjahat dimana-mana

Mau mengadu pada siapa?!

Pada hukum?! Hukum yang mana?!

Yang ada hanya hukum Rimba

Siapa lemah dia kalah

 

Para penguasa merasa gagah

Duduk di singgasana dengan ponggah

Lupa pada janji yang dulu diikrarkannya

pada rakyat jelata

Lalu pura-pura Amnesia

Pok..pok..pok….

Setan menepuk dada, Bangga!

 

Bangkitlah Indonesiaku

”Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh”

Bukankah itu semboyan nenek moyang kita dulu?

Yang selalu di teriakkan disegala penjuru

Lepaskan diri dari tirani yang membelenggu

Pendidikan anak Pra-Remaja (Usia 7-14 Tahun)

Monday, April 7th, 2008

Perlakukan anak-anak usia 07-14 tahun dengan SMART atau cerdas

  • Stomach

    Pepatah bilang : “Siapa kamu ditentukan dari apa yang kamu
    makan”‚kalau diterjemahkan kedalam bahasa ibuku menjadi seperti ini :
    ”Who you are what you eat” *Narcis jenis ini sudah masuk 7 keajaiban
    dunia belum yah? :P,hehe*

usia antara 7- 14 tahun adalah usia pertumbuhan dimana anak-anak
lagi senang-senangnya makan.Maka para orangtua harus bijak menyediakan
makanan apa yang akan dimakan oleh anaknya, bukan hanya makanan yang
lezat saja seperti Junk Food ,ada
namun tiada, karena makanan tersebut hanyalah makanan sampah yang padat
kalori dan tidak ada nilai gizinya bahkan makanan yang dikonsumsi yang
tidak memberikan manfaat bahkan justru menjadi mudharat bagi kesehatan

Para orangtua harus merubah pola makan anak-anaknya.Sebisa mungkin membiasakan anak-anaknya untuk memakan makanan yang mentah terutama buah-buahan, karena ternyata makanan yang telah dimasak kandungan vitaminnya telah berkurang.

  • Mind

“Aku adalah prasangka hambaku” salah satu firman
Allah yang yang dengannya menyuruh kita semua untuk berfikiran POSITIF,
kerena apa yang kita pikirkan tentang anak-anak, maka akan menjadi
seperti itulah mereka nanti .begitu dasyatnya kekuatan pikiran, seperti
yang dibilang disini,maka
dari itu berikanlah anak-anak kepercayaan walaupun sebagai orangtua
tidak harus melepaskannya begitu saja, tetap memberikan pengawasan.

  • Achievements

Merubah pandangan mengenai batasan hasil yang dicapai. Kebanyakan
dari para orangtua melihat batasan keberhasilan anak mereka hanya
dengan kenaikan kelas atau nilai lapor yang bagus-bagus.padahal banyak
prestasi anak diluar sekolah yang dapat dibanggakan namun oleh para
orangtua banyak yang tidak menghargai, sehingga banyak sekali
bakat-bakat anak yang belum sempat tergali tetapi telah dulu tenggelam
. Sekolah itu tidak penting, tetapi belajar itu wajib!bukankah Allah
menaikan beberapa derajad orang yang beriman dan berilmu? belajar tidak
hanya dibalik meja, belajar tidak hanya dengan kertas dan pena, tetapi
bisa juga dengan menggunakan ilmu kenabian yaitu menggunakan
penglihatan atau pendengaran.

  • Reproduksi

Usia antara
7-14 tahun adalah usia dimana anak-anak memasuki akhil baligh.Jika
anak-anak telah memasuki akhil baligh maka orangtua wajib memberikan
sex education

.adalah kewajiban ayah untuk memberi tahukan kepada anak laki-lakinya,
dan adalah kewajiban ibu untuk memberi tahukan kepada anak
perempuannya. Karena tidak sedikit juga orang penting di dunia ini yang
jatuh akibat alat reproduksinya.contohnya salah satu presiden Amerika
dan salah satu anggota DPR yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan
media masa.Nauzubillah min dzalik.

  • Talent

Temukan bakat anak-anak kita mulai dari 7-14 tahun. Seperti yang di bahas pada bagian Achievement diatas, banyak orangtua yang terlupakan akan bakat anak-anak mereka ,
mereka hanya fokus terhadap pendidikan sekolah anak-anaknya saja,
padahal banyak orang yang sukses akibat bakat mereka yang dikembangkan
secara professional. Lihat saja anak-anak berbakat yang pernah
ditampilkan di kick andy Setitik Cahaya di Lorong Gelap adalah contoh bahwa keberhasilan tidak hanya diperoleh dari bangku sekolahan saja, tapi juga dengan bakat yang ada pada mereka.

Sumber : Ceramah Neno Warisman , Mesjid Agung Sunda Kelapa, 13 Januari 2008

$ 5

Friday, April 4th, 2008

DolarPencet nomor telpon 523XXXX.terdengar nada sambung tuuuut…tuuuuut…tuuuut

 

Si mbak :” Halooo”

 

Aku :” Halo, dengan mbak anu”

 

Si mbak:” ya saya”

 

Aku : “mbak sudah diproses belum data saya yang no XXXX ?”

 

Si mbak :” lah aku belum terima dokumennya loh mbak”

 

Aku : Waduh ! aku kirim dah lama loh
mbak, emang sih UP-nya ke HRD bukan ke mbak langsung, bisnya disuruh
kirim kesana dulu, tapi HRD-nya suruh aku telpon mbak, gimana nih mbak?”

 

Si mbak: ya udah ntar aku tanya HRD-nya dulu aja, ntar aku kabarin kamu, nomor telpon kamu berapa?”

 

Aku :” 570XXXX”

 

Si mbak :” ok, ntar aku telpon yah”

 

Aku :” ok mbak, ditunggu loh kabarnya”

 

Si mbak :”baik.daaagh”

 

Aku:” daagggh”

 

Klik.terdengar suara telpon ditutup dari seberang sana.

 

Gelisah.Gelisah.Gelisah.Waduh bisa kena
omelan siang nih , gawat!kok belum nyampe juga sudah 1 bulan dikirim,
kayak kirim ke Afrika ajah, kirim ke Afrika aja belum tentu gini-gini
amat…hhmmm coba cek lewat kurirnya nih.

 

Pecet nomor telpon 566XXXX.terdengar nada sambung tuuuut…tuuuuut…tuuuuut

 

Si mbak:” haloo, JNE selamat siang”

 

Aku :” Siang mbak, mau tanya apakah pengiriman dengan no resi 1183780XXXXXX sudah nyampe mbak?”

 

Si mbak :” Sudah mbak, diterima oleh bapak anu tanggal sekian jam sekian”

 

Aku:”ooo..satu lagi mbak denga nomor resi 1171766XXXXXX?

 

Si mbak:” diterima oleh bapak yang sama tanggal sekian jam sekian”

 

Aku:” Baik mbak, terimakasih”

 

Cepat!. Harus cepat dikonfirmasi,kalau gak bisa gawat!

 

pencet nomor telpon 523XXXX.terdengar nada sambung tuuuut…tuuuuut…tuuuut

 

Si mbak :” Halooo”

 

Aku :” Ya mbak, ini aku, mbak dokumennya
sudah diterima oleh bapak anu tanggal sekian jam sekian, tolong dicek
ya mbak, aku tunggu kabarnya”

 

Si mbak:”baik mbak, aku cek dulu”

 

Aku :” terimakasih”

 

Klik. Telpon aku tutup.

5 menit kemudian telpon berdering, Kriiiing…..kriiiiing…kriiing

 

Aku :” Selamat siang”

 

Bapak Anu :”Dengan mbak Desmeli bisa?”

 

Aku :” Ya, saya pak, bisa saya bantu?”

 

Bapak Anu :”saya bapak anu mbak, bagian
mailing room, aku gak merasa udah pernah tarima dokumennya mbak.kalau
aku terima pasti disampaikan”

 

Aku :” ooo..begitu ya pak. Ya, tadi saya
telpon JNE untuk menanyakan dokumen yang saya kirim itu siapa yang
menerima disana, dan mereka menyebutkan nama Bapak, masa mereka
(kebetulan) tahu nama bapak?”

 

Bapak Anu:”iya mbak, sayakan di mailing room jadi semua surat dari kurir semuanya masuk  kesaya,
bisa ajah sikurirnya sudah sering nganter kesini dan hafal nama saya,
apalagi tanda tanggan saya mudah ditirukan.baiknya gini aja deh mbak,
mbak telpon JNE-nya dan minta di fax-kan bukti bahwa saya sudah terima
dokumennya”

 

Aku:” Baik pak, saya telpon JNE-nya dulu, bapak bisa saya hubungi di nomor berapa? dan nomor Fax-nya?”

 

Bapak Anu :”nomor sekian dan fax-nya nomor sekian.terimakasih ya mbak”

 

Aku:” Baik pak”

 

Klik . telpon ditutup

 

Masuk akal juga. Bisa saja dalam hal ini, si Bapak Anu adalah pihak yang sedang dirugikan.

 

Lagi-lagi pecet nomor telpon 566XXXX.terdengar nada sambung tuuuut…tuuuuut…tuuuuut .kali ini yang ngangkat cowok.

 

Cowok Anu :” JNE selamat siang”

 

Aku:” Siang pak, pak no resi sekian dan
sekian bisa gak di fax-kan ke saya bukti penerimaanya, masalahnya Bapak
Anu tidak merasa pernah menerima dokumen itu”

 

Cowok Anu :” tapi dikenakan biaya $5 mbak”

 

Aku :” Apa?! Loh kok gitu sih pak!”

 

Cowok Anu:” Yah memang peraturannya seperti itu mbak”

 

Aku :” Bukannya itu bagian dari service JNE untuk customer-nya?wah dah gak bener ini!

 

Cowok Anu :” ya mbak, sayakan hanya bawahan”

 

Aku:” masa lebih mahal dari biaya pengiriman sih pak, gak masuk akal nih!.trus solusinya bagaimana?”

 

Cowok Anu :” Yah nanti kita tanyakan dulu sama kurirnya baru kita kabari mbak lagi”

 

Aku :” hanya dengan lisan, tidak ada bukti tertulis gitu?”

 

Cowok Anu :” ya nanti kita usahakan ya mbak?”

 

Aku:” baik nanti tolong dikabari, tolong
catat nomor telpon saya 570XXXX,dan tolong peraturannya juga di fax ke
saya, terimakasih!”

 

Klik.telpon ditutup

 

Sebel, Jengkel , Marah. JNE perusahaan
penjual jasa segini komersialnya, yang saya minta juga (saya rasa)
adalah hak saya.Parah!.jadi mikir-mikir lagi nih pakai jasa
JNE.Terpaksa bikin dokemen baru dan di antar langsung saja ke si
Mbaknya.

 



MaWAr

Tuesday, April 1st, 2008

Mawar adalah IndahMawarku

Mawar adalah Cinta

Mawar adalah Harum

Mawar adalah Sayang