Puisi-pun Menangis

Mendung

[ Janji-Janji Angin Surga ]

Dalam bahagiamu simpan dalam-dalam

Tanya sementara, detik ini
saja, bahkan selamanya

Mungkin kau akan kecewa

Percayalah, percayalah
padaku

Yang kau dengar hanyalah

Janji-janji angin surga

 

[ Saya Hanya Bisa Berkata ]

Harapan yang luruh dihapus angin

Rotipun tak lagi bersisa

Hilang di dimakan binatang pengerat

Entah kemana!

Padahal perut ini telah lama menahan nestapa

Tenaga habis terkuras sudah

Saya hanya bisa berkata

Sudahlah, mungkin belum rezekinya

 

[ Banyak Bicara ]

Satu Kata lawan Seribu kata

Ditambah sedikit Pemanis

Seribu Kata jadi Jawara

Satu Kata Menangis Nestapa

 

Eyang Bersabda:”Sudah Ikhlaskan
Saja”

 

010208

4 Responses to “Puisi-pun Menangis”

  1. Ini Teh Saha Says:

    Assalamu’alaikum wr wb ..

    Sungguh terharu akang membacanya …
    Sengguh menyentuh hati bgt ….
    truz lah berkarya sampai detik waktu itu’ akan datang ….

    Wassalam Kang d bdg …

  2. Desmeli Says:

    Terimakasih ^_^

  3. errie Says:

    Top banget mba…

  4. Desmeli Says:

    aduh mbak tq..padahal nih puisi bikinnya pas memang suasana hati lagi tak karuan :(

Leave a Reply