Puisi-pun Menangis
[ Janji-Janji Angin Surga ]
Dalam bahagiamu simpan dalam-dalam
Tanya sementara, detik ini
saja, bahkan selamanya
Mungkin kau akan kecewa
Percayalah, percayalah
padaku
Yang kau dengar hanyalah
Janji-janji angin surga
[ Saya Hanya Bisa Berkata ]
Harapan yang luruh dihapus angin
Rotipun tak lagi bersisa
Hilang di dimakan binatang pengerat
Entah kemana!
Padahal perut ini telah lama menahan nestapa
Tenaga habis terkuras sudah
Saya hanya bisa berkata
Sudahlah, mungkin belum rezekinya
[ Banyak Bicara ]
Satu Kata lawan Seribu kata
Ditambah sedikit Pemanis
Seribu Kata jadi Jawara
Satu Kata Menangis Nestapa
Eyang Bersabda:”Sudah Ikhlaskan
Saja”
010208

February 1st, 2008 at 4:26 am
Assalamu’alaikum wr wb ..
Sungguh terharu akang membacanya …
Sengguh menyentuh hati bgt ….
truz lah berkarya sampai detik waktu itu’ akan datang ….
Wassalam Kang d bdg …
February 19th, 2008 at 2:15 am
Terimakasih ^_^
April 4th, 2008 at 4:40 pm
Top banget mba…
April 6th, 2008 at 6:25 pm
aduh mbak tq..padahal nih puisi bikinnya pas memang suasana hati lagi tak karuan