Kisah Anak Yang Berbakti Terhadap Ibunya
Takut Mendahului Ibu
![]()
Imam
Ali Zainal Abisdin r.a adalah seorang yang sangat berbakti kepada
ibunya. Meski dikenal sebagai orang yang berbakti kepada ibunya, tetapi
dia tidak mau makan bersama ibunya.
![]()
![]()
Salah
seorang sahabatnya pernah bertanya,” Anda ini orang yang paling
berbakti kepada ibu, mengapa kami tidak pernah melihat Anda makan
bersamanya?”
Imam
Ali Zainal Abidin r.a. menjawab,” Ya, karena saya khawatir tanganku
mendahuluinya mengambil suatu makanan yang telah dipandangnya dan ingin
dimakannya. Jika demikian, aku pun telah mendurhakainya.”
![]()
![]()
Penghormatan Seorang Ulama pada Sang Ibu
![]()
![]()
Haiwan
bin Syuraih adalah seorang ulama tersohor yang berbakti kepada ibunya.
Dia sama sekali tidak pernah menentang perkataan ibunya. Dia termasuk
ulama besar yang memiliki banyak murid.
![]()
Suatu
hari ketika dia sedang mengajar murid-muridnya, ibunya datang ke
majelisnya. Ibunya menyuruhnya. ”Berdirilah, Haiwan! Berikan gandum ini
pada ayam-ayam,” perintah sang ibu.
![]()
![]()
![]()
Seketika
itu juga Haiwan berdiri dari tempatnya mengajar. Dia tinggalkan
murid-muridnya untuk memenuhi perintah ibunya. Tanpa merasa risih dan
sungkan, dia memberikan gandum itu kepada ayam-ayam sebagaimana
diperintahkan oleh ibunya.
|
Mampir Sejenak ! |
|
Melakukan hal-hal kecil, sederhana dan seringkali dianggap hina bisa menjaga seseorang agar selalu rendah hati, seberapapun tinggi dan terkemukanya ia di mata banyak orang. |
![]()
![]()
![]()
Menyusui Ibu di Penjara
![]()
![]()
![]()
Di
suatu negeri hiduplah seorang ibu bersama dengan seorang outrinya.
Suatu ketika si ibu melanggar peraturan negeri itu. Karena itu, si ibu
dihadapkan ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan
kesalahannya.Dalam persidangan, hakim memutuskan bahwa si ibu bersalah
dan dihukum dengan hukuman mati.Bentuk hukuman matinya adalah dengan
menjebloskan ibu itu ke penjara tanpa diberi makan sedikitpun.
![]()
![]()
Tentu
saja si ibu sangat sedih menerima keputusan pengadilan yang menjatuhkan
hukuman mati kepadanya. Kesedihannya semakin bertambah karena dia harus
berpissah dengan putrinya.Terbayang bagaimana kehidupan putrinya nanti
dan siapa yang akan mengasuhnya.
![]()
![]()
![]()
Meski
demikian, dia berusaha menjalani hukuman itu dengan tabah. Baginya, ini
merupakan suratan takdir yang harus dijalaninya. Tak lama, sejak
keputusan pengadilan dijatuhkan, si ibu langsung dijebloskan ke penjara.
![]()
Meski
si ibu dijebloskan ke penjara, petugas penjara masih memberikan izin
kepada putrinya tersebut untuk menjenguknya. Dengan catatan, putrinya
itu tidak di perkenankan membawa makanan.
Anehnya,
meski sudah dijebloskan ke penjara selama beberapa hari tanpa diberi
makan sama sekali, ibu itu masih tetap hidup. Hal ini membuat petugas
penjara curiga, jangan-jangan putrinya memberinya makan tanpa
sepengetahuan petugas.
![]()
![]()
![]()
Untuk
itu, ketika putrinya datang menjenguk ibunya di penjara, diam-diam
petugas penjara mengintai apa yang dilakukan putrinya itu terhadap
ibunya sehingga bisa bertahan hidup. Petugas yang mengintai seakan
tidak percaya dengan apa yang disaksikan di dalam penjara. Ternyata,
putrinya itu menyusui ibunya.
Segera
petugas penjara itu melaporkan kejadian tersebut kepada raja. Mendengar
laporan tersebut, raja tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh si
putri terhadap ibunya di penjara. Akhirnya, raja memutuskan untuk
membebaskan perempuan tua itu.
![]()
![]()
|
Mampir Sejenak ! |
|
Sebuah |
