Karena Aku Wanita
Ugh! Lagi-lagi
ia selalu mendesak-desak untuk keluar, sudah semampuku menahan, sudah
semampuku bertahan tetap jua tak terlawan.Meski ia bagiku adalah obat
dari rasa marah, kesal dan sedih atau rasa bersalah yang tak mampu
kuungkapkan, tetapi ingin sekali kuteriakkan ”Hei jangan keluar
sekarang!ini bukan saatnya, ini bukan tempatnya!mengertilah…..nanti
saja jika semua orang tak ada…nanti saja jika malam telah gelap gulita” Tetapi tanpa peduli apa yang otakku perintahkan, tetap saja kau mendesak-desak ingin keluar, ungkapkan rasa.
Pernah
sekali-waktu ku sembunyikan, mencoba tetap tersenyum walau hati
terluka, mencoba untuk tegar meski remuk redam segala asa,
tetapi….ah!air mata selalu saja tumpah,tak dapat diajak bekerjasama,mengapa?!itu karena ia lahir dari lubuk yang terdalam, itu
karena ia ingin setia pada apa yang dikatakan hati, itu karena ia tak
mau mengingkari bahwa memang benar adanya benang merah antara air mata
dan perasaan.
Terkadang aku
tak jarang pula dibuat malu oleh ulah si air mata yang keluar tanpa
mampu melihat situasi dan kondisi lingkungan yang sedang kuhadapi, tak
peduli apakah aku sedang berada di dalam sebuah forum
formal, tak peduli apakah aku sedang berada disebuah angkutan umum, tak
peduli apakah aku berada dikeramaian orang…meskipun itu bukanlah sebuah
tangis raungan tapi cukup mampu menarik perhatian banyak orang.Duh
malunya!
Sendirinya aku pernah bertanya,”Kenapa sih begitu mudahnya megeluarkan air mata?”Jawabnya hanya satu…….Karena aku wanita!
Berikan aku waktu kawan….,
Kawan…. hanya 10 menit,
10 menit saja ya….
Ya! Biarkan air mata obatkan
..obatkan hati yang terluka
Jakarta,261107
Terimakasih ya Allah, Engkau masih anugrahi aku air mata,
Itu berarti bahwa Engkau masih memberiku bahagia setelahnya…
November 27th, 2007 at 8:33 pm
Biarlah airmata itu terus menetes, menangislah…
November 28th, 2007 at 9:27 pm
Ya…hanya 10 menit saja kawan!