Kata Keramat

Images1

Dan kata “IBU” betapa kramat!

Selalu dipuja setiap saat

Bila bahagia atau sedih hinggap

Maka IBU-lah yang jadi alamat

Saat putus asa dan sakit

Bibir kami yang pucat berkomat kamit

Membisikan nama IBU

IBU-lah dan sekali lagi IBU

Saat cinta menjangkit

Imajinasi kian melangit

Berbagi cerita bersama IBU

IBU-lah dan sekali lagi IBU

Sungguh, telah banyak IBU berikan pelajaran

Bagaimana sebuah ketulusan dan kesejatian

Bisa melahirkan senyuman

Walau elegi duka datang kemudian

Mengapa kami selalu memanggil nama IBU, bukan ayah?

Karena naluri kami sejak kecil merasa

IBU berarti bahwa :

CINTA DAN PENGORBANAN TIADA TARA

Jakarta, 20 September 2007 [23:16]

Saya persembahkan kepada para ibu di dunia

(Allah mengingatkan kita, bahwa pada ibulah kita harus mengabdi dan berbakti.Pada Bapak adalah kemudian.Bahkan perumpamaan surga itu diletakkan posisinya dibawah telapak kaki ibu)

4 Responses to “Kata Keramat”

  1. Aji Says:

    IBU…jasa mu tiada tara
    IBU…pengabdian tanpa balas jasa.

    kadang-kadang aku juga berpikir IBU-IBU yang tinggal di di perkampungan atau di pedesaan jauh lebih berat pengorbanannya dari pada IBU-IBU yang tinggal di perkotaan apa lagi IBU-IBU yang kehidupan rumah tangganya berkecukupan sehingga sanggup membayar pembantu rumah tangga yang hanya untuk membantu memberes beresin rumah.

    IBU-IBU di perkampungan atau pedesaan bangun pagi-pagi lebih awal dari pada suami atau anak-anaknya guna menyiapkan sarapan tuk suami atau keluarganya setelah itu kadang pergi bersama suami untuk membantu suami kerja atau kerja lain tuk memenuhi kebutuhan keluarga yang kalau mengaharap kan dari jerih payah suaminya kyanya tidak cukup, setelah waktunya pulang kerja mungkin pada waktu sore hari,si IBU atau istri bukannya langsung bisa istrirahat tapi sibuk lagi menyiapkan makanan tuk suami atau keluarganya, sedang kan suami bisa santai-santai atau tiduran sambil nunggu masakan IBU atau istrinya,bila waktunya tiba si IBU bisa saja tidak bisa langsung tiduran mungkin saja suaminya minta di pijat segala atau juga melayani hasrat suaminya di peraduan, walaupun badan terasa begitu lelah. Belum lagi bagi IBU-IBU yang punya anak kecil yang pasti selalu merenge di tengah malam buta, belum lagi anak-anaknya yang besar susah di atur dan terkadang melawan.

    IBU-IBU yang hidup di di perkampungan,di pedesaan atau keluarga yang ekonominya pas-pasan, semunya di kerjakan sendiri tanpa ada pembantu rumah tangga atau baby sister ( benar ga nih tulisannya hehehe…)tidak seperti keluarga yang berkecukupan yang sanggup membayar pembantu rumah tangga untuk membantu membereskan rumah tangganya atau punya baby sister tuk mangasuh anak-anaknya.

    lebih kasian lagi IBU-IBU yang pontang panting juga membantu suami untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,memenuhi nafkah batin suaminya,mengasuh anak-anaknya,tapi punya suami yang terkadang bertemperamen atau egonya tinggi atau juga anak-anaknya yang tidak tau diri.

    sungguh kasian tu nasib si IBU-IBU…

    Terkdang dalam ceramah-ceramah agamapun IBU-IBU lebih di tekan kan tuk berbakti kepada suami, cara berpakaiannya dan lain-lainya, jarang ada ceramah atau tausyiah yang mengajarkan suami harus bersikap bagaimana kepada istri atau IBU-IBU.

    yahh…terkadang hidup ini memang terasa tidak adil ya BUUUUU…..?????

    IBU…do’a anak yang sholeh selalu menyertai MU

  2. Desmeli Says:

    klu menurutku sih Ji, pengorbanan para ibu baik yang di desa maupun kota sama beratnya,para ibu yang dikota tidak bisa toh membayar pembantu rumah tangga untuk melahirkan anak yang dikandungnya :D
    Cuma bingung ajah Ji kok ada yah ibu yang tega nyiram anaknya dengan air panas, adalagi yang nyetrika tubuh anaknya, Duh Gusti masih adakah surga ditelapak kaki itu?! :-(

  3. ade Says:

    Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak,
    karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,(An-nisaa:36)

    Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?

    Tidak diragukan lagi “Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini”

  4. Aji Says:

    ya klo IBU yang sampai menyiram anaknya dengan air panas atau meyetrika tubuh anaknya bahkan yang umum terjadi IBU menjual anak gadisnya aku rasa semuanya itu kembali kepada manusianya.

    mungkin pepatah lama “sebuas buasnya harimau tidak akan sampe memakan anaknya sendiri” tu udah ga berlaku lagi.

    tapi IBU yang baik tetap lah memang yang paling Mulia

    karena Hadist Nabi sendiri pun menyatakan :

    “Wanita perlu taat kepada suami, tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari pada bapaknya”

Leave a Reply