Archive for September, 2007

Kata Keramat

Friday, September 21st, 2007

Images1

Dan kata “IBU” betapa kramat!

Selalu dipuja setiap saat

Bila bahagia atau sedih hinggap

Maka IBU-lah yang jadi alamat

Saat putus asa dan sakit

Bibir kami yang pucat berkomat kamit

Membisikan nama IBU

IBU-lah dan sekali lagi IBU

Saat cinta menjangkit

Imajinasi kian melangit

Berbagi cerita bersama IBU

IBU-lah dan sekali lagi IBU

Sungguh, telah banyak IBU berikan pelajaran

Bagaimana sebuah ketulusan dan kesejatian

Bisa melahirkan senyuman

Walau elegi duka datang kemudian

Mengapa kami selalu memanggil nama IBU, bukan ayah?

Karena naluri kami sejak kecil merasa

IBU berarti bahwa :

CINTA DAN PENGORBANAN TIADA TARA

Jakarta, 20 September 2007 [23:16]

Saya persembahkan kepada para ibu di dunia

(Allah mengingatkan kita, bahwa pada ibulah kita harus mengabdi dan berbakti.Pada Bapak adalah kemudian.Bahkan perumpamaan surga itu diletakkan posisinya dibawah telapak kaki ibu)

Thursday, September 20th, 2007

Kertaspena

Kamilah sang arsitek kata

Insinyur yang tak perlu semen dan batu bata

Yang kami butuhkan hanya

Secarik kertas dan sebuah pena

Kamilah sang arsitek kata

Terdiri dari berbagai usia

Tanpa peduli status sosial yang ada

Asal pandai merancang kata, bolehlah

Kamilah sang arsitek kata

Bahwa hanya dengan menggoreskan pena

Kami mampu bangkitkan rasa haru yang ada

Apabila tintanya dari darah hati yang terluka

Kamilah sang arsitek kata

Bahwa hanya dengan menggoreskan pena

Kami mampu membuat hati tergetar haru dan bahagia

Juga berlinangan air mata

Kamilah sang arsitek kata

Punya cita-cita membangun peradapan dunia

Cerdaskan anak bangsa

Semoga

Kamilah sang arsitek kata

Yang dapat juga berbuat salah

Apabila dituliskan oleh pena yang tidak bijaksana

Tidak berpengetahuan dan pemarah

Kamilah sang arsitek kata

Menjadi kebanggaan bagi kami Insinyur pena

Apabila menyentuh hati kata-katanya

Yang dapat membuat orang merasa seperti saudara

Walaupun tidak pernah saling jumpa

Salam dari saya,

calon arsitek kata (masih belajar merangkai kata)

Jakarta, 20 September 2007

Kulit Keriput, Topi dan Lelaki Janggut

Monday, September 17th, 2007

Pagi belum lagi sempurna diufuk langit, separuh semesta masih enggan bangun dari tidurnya, hanya malam sisakan warna kelam namun perlahan tapi pasti akan hilang tergeser awan cerah yang sedang bersiap merampungkan tugasnya untuk menemani sang mentari menyinari hari.

Di sudut desa petani tua, keriput dan berjanggut dengan topi dikepalanya tampak keluar dari gubuk membawa cangkul dan bekal makanan yang ia panggul di punggungnya, berpamitan pada istri tercinta, memohon dido’akan agar burung-burung pipit itu tak lagi memakan padinya atau tak ada lagi tikus-tikus sawah yang tidak tahu aturan seenaknya saja bermain petak umpat di sawah mereka….http://violetroses.wordpress.com

Ketika janji lagi-lagi di ingkari dan hati yang selalu menahannya untuk pergi

Wednesday, September 5th, 2007

Bertemu dengan teman SMA setelah sekian lama tidak saling jumpa merupakan kebahagian tersendiri untukku, teman yang baik begitu pendapatku tentangnya. Pertemuan yang sengaja kami ciptakan, sayang bukan untuk bernostalgia ke masa lalu, tapi untuk pemecahan sebuah masalah yang kerap mengganggu tidurnya. Ah kecil sekali ia sekarang, tapi masih terlihat cantik…mungkinkah himpitan beban begitu berat hingga memakan habis tubuhnya?!mungkin saja- pertanyaan itu kujawab sendiri. Sebenarnya masalahnya itu-itu juga, tentang CINTA dan telah berulang kali kami mencari solusi untuk masalah ini walaupun hanya lewat telepon tetapi tetap tak ada penyelesaian, hingga aku menyarankan untuk duduk bareng bukan hanya aku dan dia tapi juga yang bersengketa dengannya soal CINTA, berharap ada sedikit cahaya untuk menemukan jalan keluar dari masalah mereka berdua (kebetulan keduanya adalah temanku di SMA).

BacanyaDisiniAjahYuk http://violetroses.wordpress.com/2007/09/06/28/