Kata Keramat
Friday, September 21st, 2007
Dan kata “IBU” betapa kramat!
Selalu dipuja setiap saat
Bila bahagia atau sedih hinggap
Maka IBU-lah yang jadi alamat
Saat putus asa dan sakit
Bibir kami yang pucat berkomat kamit
Membisikan nama IBU
IBU-lah dan sekali lagi IBU
Saat cinta menjangkit
Imajinasi kian melangit
Berbagi cerita bersama IBU
IBU-lah dan sekali lagi IBU
Sungguh, telah banyak IBU berikan pelajaran
Bagaimana sebuah ketulusan dan kesejatian
Bisa melahirkan senyuman
Walau elegi duka datang kemudian
Mengapa kami selalu memanggil nama IBU, bukan ayah?
Karena naluri kami sejak kecil merasa
IBU berarti bahwa :
CINTA DAN PENGORBANAN TIADA TARA
Jakarta, 20 September 2007 [23:16]
Saya persembahkan kepada para ibu di dunia
(Allah mengingatkan kita, bahwa pada ibulah kita harus mengabdi dan berbakti.Pada Bapak adalah kemudian.Bahkan perumpamaan surga itu diletakkan posisinya dibawah telapak kaki ibu)

