v Perkenalkan
Namaku Maman
Hari ini, akan ku ceritakan pada kalian
Tentang derita seorang anak pengamen jalanan
v Dari pagi sampai petang
Aku bernyanyi di perempatan
Demi mengharapkan recehan
Terkadangpun ditambah makian
Oleh para penumpang
Yang terganggu suaraku yang sumbang
v Lihatlah oleh kalian
Tubuhku yang rentan oleh kuman
Pendidikan dan kesehatan tak lagi kuhiraukan
Saat ini yang kupikirkan hanya untuk makan
v Lalu lihat juga oleh kalian
Perempuan berkulit sawo matang
Yang dipanggil ibu oleh Maman
Diseberang ujung jalan
Sedang bergosip dengan beberapa teman
Sementara dikedai minuman
Bapakku melakukan perbuatan yang dilarang
Berjudi dan mabuk-mabukkan
v ya Tuhan…apa aku dilahirkan hanya sebagai umpan?
Alat pencari uang buat mereka yang malas-malasan
Masihkah tersimpan harapan?
Tapi aku percaya kebesaran-Mu Tuhan
v Dan….
Wahai teman sekalian
Bersyukurlah pada Tuhan..
Karena nasibmu lebih baik dari seorang Maman
Jakarta, 18 Juli 2007 [23:15]
Ketika hati tersentuh melihat tubuh-tubuh kumuh yang mengais rezeki dengan menjadi pengamen jalanan, keluar masuk angkutan demi mengharapkan recehan untuk sekedar makan, tak peduli panasnya matahari membakar telapak kaki(loh kok kayak lagunya om Iwan Fals yah?! apa cuma mirip doang :P), tak peduli air hujan membahasahi tubuh dan pakaian, tak peduli dengan apa yang dinyanyikan, kadang-kadang nyaris tak kedengaran, tak peduli cacian penumpang dan supir angkutan.. Ya Allah, hanya doa yang bisa kami titipkan pada-Mu agar ”Maman-Maman” kecil tetap tegar menjalani kerasnya kehidupan.
Hari ini kami belajar banyak tentang syukur atas Nikmat yang Kau berikan pada kami lewat ”Maman”…dan jujur terkadangpun masih sering kami dustakan. ya Allah terimakasih telah memberi kesempatan kepada kami untuk mengenyam pendidikan, terimakasih telah memberi kami keluarga yang baik sehingga kami merasa aman, terimakasih untuk tempat tinggal yang nyaman, terimakasih yang kami haturkan tak mampu menglukiskan betapa banyaknya nikmat yang telah Engkau berikan…satu langkah kami pada-Mu,beribu langkah Kau pada kami, entah berapa banyak khilaf yang kami lakukan tapi tak jua jemu Engkau memaafkan.terimakasih ya Allah ya Rahman.Jadikan lah kami orang-orang yang selalu bersyukur atas apa yang Engkau berikan.Amin ya Allah
Allaahummaj’alnii laka syaakiraw-wa laka dzaakira – "wahai Allah jadikanlah aku menjadi orang yang banyak bersyukur dan banyak berdzikir kepada Engkau".(Abu Daud kitaabush-shalat bab maa yaquulurrajulu idzaa aslama).