Duhai Pemandu Jalan Akherat-ku

Tujuan itu tampak jelas di depan mata
Indah, merayu-rayuku tuk kesana
Impian setiap jiwa yang beraga
Bukan impian muluk !
Bahwa aku ingin kesana

Sungguh tak mudah
Jalan-jalan berliku
Jalan-jalan terjal berbatu
Penuh onak dan duri
Ujian setiap insani

Duhai pemandu jalan akherat-ku
Engkau ketua tim dalam perjalanan ini
Antarkan kami ke surga Ilahi Rabbi
Tempat cinta sejati nan abadi

Duhai pemandu jalan akherat-ku
Tuntunlah kami agar tetap berjalan di Dien-Nya
Walau intan dunia menyilaukan mata
Pangkat dan harta telah bermetamorfosis
Seolah telaga padahal hanya fatamorgana

Duhai pemandu jalan akherat-ku
Tutuplah telinga kami
Ketika iblis telah mulai menyorakkan yel-yel mereka
Yang dapat membuat kami terpana akan bujuk dan rayuannya
Terpojok!
Dikepung dari segala arah

Duhai pemandu jalan akherat-ku
Berilah kami semangat pembangkit jiwa
Ketika kaki mulai terseok langkah
Penuh luka oleh cobaan dan ujian
Ketika kaki ini tak mampu lagi berdiri
Berdarah dan bernanah, Perih!
Tunjukkanlah pada kami
Bahwa lututpun masih mampu menjadi pengganti kaki
Dan ingatkanlah pada kami
Tentang janji Allah yang tertoreh dalam kitab suci
Bahwa ” Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan”

Duhai pemandu jalan akherat-ku
Aku tahu beban dipundakmu
Lebih berat dari berton-ton beras dalam goni
Dan … aku harap itu tak menyurutkan langkahmu
Untuk membawa kami, istri dan anak-anakmu
Ketelaga kautsar dan menghirup wangi kesturi

Pada akhirnya izinkan aku berkata :
” Terimakasih pemandu jalan akheratku, aku rela berbagi engkau dengan bidadari-bidadari surga”

( Ketika masanya nanti tiba, biarkan aku mencintaimu atas izin-Nya wahai pemandu jalan akheratku yang sekarang ntah ada dimana. Jakarta, 27 Juni 2007 [11:55] )

Free Image Hosting at ImageShack.us

One Response to “Duhai Pemandu Jalan Akherat-ku”

  1. Zulfadli Says:

    Telah dipublikasikan tanggal 05-09-2007 di kotasantri dot com..atau lihat disini http://www.kotasantri.com/bilik.php?aksi=Detail&sid=765

Leave a Reply