Cinta Yang Apa Adanya
Cinta Apa Adanya
Hanya sekedar ungkapan kekaguman kepada seorang yang sangat berjiwa halus, yang dapat membuat novel-novelnya sebagai pembangun jiwa. Mengapa aku berani bilang bahwa penulisnya berjiwa halus padahal tatap mukapun hanya sekali dengannya, itupun tanpa ada dialog sama sekali, lewat novel-novelnya seperti Ayat-Ayat Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Ketika Cinta Bertasbih 1, Nyanyian Cinta, Diatas Sajadah Cinta, Ketika Cinta Berbuah Surga dan yang terbaru adalah Dalam Mihrab Cinta yang semuanya telah aku baca dan Masya Allah…..! sungguh indah bahasanya, mampu memainkan emosi dalam jiwa,ketika membacanya akupun ikut merasakan kebahagian Aisya ketika disunting Fahri dalam A2C, akupun merasakan kesedihan Raihana ketika di zalimi suaminya, akupun merasakan semangat Azzam yang luar biasa dalam bekerja demi dirinya dan keluarganya dalam Ketika Cinta Bertasbih, akupun merasakan rasa syukur yang tiada tara kepada Allah S.W.T seperti yang dirasakan Mahmud dalam Nyanyian Cinta, akupun merasakan kesedihan luar biasa yang dirasakan Syaiful ketika tak lagi ada orang yang percaya termasuk keluarganya sendiri Dalam Mihrab Cinta…ya, dari novel-novelnya tersebutlah aku merasakan kehalusan jiwa penulisnya, bukankah kata-kata cerminan jiwa. adalah Habiburrahman El Shirazy penulis novel-novel pembangun jiwa tersebut. seperti yang Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D. bilang dalam prolog Ketika Cinta Bertasbih “Membaca karya Kang Abik (penggilan akrab penulis) adalah membaca ketulusan dan cinta ‘yang apa adanya’…kala merajut kata demi kata, maka apapun yang ditulisnya, sebiasa apapun tulisan itu, menjadi indah, menarik, berbobot, menyentuh hati, memotivasi, hidup, sampai ke hati pembacanya” …….ya, hanya cinta yang apa adanya, tulus, yang mampu membuat karya sebagus novel Habiburrahman El Shirazy.
Like Father, Like Son……ungkapan pribahasa ini memang benar adanya, ketika membaca fenomena Ayat-Ayat Cinta yang di tulis oleh Anif Sirsaeba El Shirazy yang tak lain adalah adik kandung dari Habiburrahman El Shirazy, betapa besarnya peran orangtua dalam pembentukkan tingkah laku dan akhlak mereka hingga mereka menjadi seperti sekarang ini.Seperti Sayyid Thoba Thoba’i yang menceritakan bagaimana ia mendidik Sayyid Husein, anaknya berusia 5 tahun yang telah mampu menghafal Al Qur’an beserta maknanya.Ia berkata : " Sebenarnya saya sebagai seorang ayah tidak pantas berpesan sebagaimana yg anda inginkan .Tetapi disini saya atas nama seorang pengajar Al Quran akan berpesan kepada para bapak & ibu …bagaimana saya mengajarkan Al Quran kepadanya. Yaitu pada awalnya para bapak ibu sendiri ….harus memiliki perhatian khusus terhadap Al Quran .Di rumah harus sering membaca Al Quran …kalau tidak …jangan harap anak2 menjadi seorang penghafal Al Qur’an ..menjadi Qori yang mampu memahami makna Al Qur’an “.
Aku pribadi, merasa banyak sekali pelajaran yang berharga bukan hanya dari novel-novelnya saja, tetapi dari kehidupan nyata Habiburrahman El Shirazy dan Cara mendidik orangtua mereka yang aku baca dalam Fenomena Ayat-Ayat Cinta.salahkah aku bila meneladani mereka?
Habiburrahman El Shirazy yang ingin seperti air, mengalir terus walau slalu ada bendungan menghadang, ingin seperti sifat air, selalu membersihkan yang kotor, ingin ikut menanamkan “saham” melalui karyanya untuk pola pikir generasi yang akan datang (semoga Allah mengabulkan keinginan mulianya).Terakhir pesan beliau : HIDUP HANYA SEKALI, MAKA BERUSAHALAH HIDUP AGAR SLALU DI RIDHAI ALLAH (hehehe…intinya sih begitu, kata2 yang sama persisnya sih aku lupa,afwan)
Ehem…akhir tulisan ini aku sangat menantikan Novel Ketika Cinta Bertasbih 2, yang kata Kang Abik akan di terbitkan kira-kira bulan Ramadhan……ya masih lama dong :(, sabar neng:P
August 25th, 2007 at 5:19 am
Subhanalloh ya…betapa Sebuah Cinta itu akan terasa indah ketika Hakekat Cinta itu sendiri sesuai dengan berdasarkan Al-Qur’an dan As-sunnah.dengan Cinta hati akan berbunga, dengan Cinta Hati yang keras menjadi Lembut, dengan Cinta pula kita saling menjaga yang satu dengan yang lainnya, dan dengan Cinta pula kita Hidup untuk mengharapkan Keridhoan-Nya. Semoga kita semua termasuk orang2 yang dianugrahi Rasa Cinta dan Kelembutan Hati sehingga dimanapun kita berada akan selalu memberikan rasa aman bagi siapapun yang ada disekeliling kita, Allohumma Amiin.