Archive for May, 2007

ANAK dan BUNDA

Sunday, May 27th, 2007

Ini hanya goresan pena

Pada kertas lusuh yang di punggut dari tanah

Ini hanya goresan pena

Dari kertas yang terbuang

Mencoba berikan makna

Bercerita tentang dua generasi

Saling mengerti dan coba pahami

Arti dari hidup ini

Anak menghormati, Bunda mengasihi

Dua generasi

Yang bersatu lewat hati

Melukis dunia dengan bahagia

Canda sebagai warna dan

Tawa kuasnya

Di bingkai indah dengan agama

Menjadikan lukisan tak ternilai harganya

Ketika salah satu antara mereka khilaf

Yang lain mampu netralisir cacatnya

Hingga tetap terlihat indah dimata

Anak dan Bunda

Dua generasi beda raga

Satukan visi dan misi

Mencapai kebahagiaan yang hakiki

Mengharapkan Ridho Ilahi

(

Jakarta

, malam-malam merana karena bangkai tikus mendera :( , Biarkan saja! Alhamdulilah masih bisa berkarya,JIWAKU DARI SISI ANAK DAN CALON BUNDA,oneday, Insya Allah, 22 Mei 2007)

Ashabul Kahfi

Tuesday, May 22nd, 2007

Tersebut sebuah kisah

Tentang cerita anak manusia

Diukir dalam sejarah

Sampai akhir masa

Tentang 7 orang pemuda dan seekor anjingnya

Lari kesebuah gua

Demi menghindari maharaja

Yang dzalim lagi nista

Mempertahankan iman dan taqwa

Hingga tertidur 309 tahun lamanya

Allah Subhanahu wa Ta’ala buatkan atas mereka

Pagar berupa rasa takut yang mendera

Bagi para tentara maharaja

Yang dzalim lagi nista

Pada akhirnya terbangun jua

Mereka dari tidur panjang pada suatu masa

Dimana maharaja yang zalim tak lagi berkuasa

Hingga ditidurkan kembali slama-lamanya

7 orang pemuda dan seekor anjing yang dijanjikan surga

Inilah kisah anak manusia

Ashabul Kahfi diberi nama

Sebagai pengingat manusia

Tentang kekuasaan Allah yang nyata

(Jakarta, ditengah kesibukan dunia 22 Mei 2007)

Salam,

Violet Ros

Nasehat Memilih Istri

Tuesday, May 8th, 2007

Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!

Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata, cantik

kan

termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi. Mereka pun mungkin akan bilang, haditsnya shahih lho. Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat.

Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!

Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak adalah yang sanggup hidup kaya. Semua

kan

bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.

Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.

Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.

Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.

Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!

Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.

Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah
Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.
Keluar rumah hanya untuk belanja atau pergi bersama suaminya.
Dia tahu bahan makanan telah mengalami kenaikan harga,
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.

Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.

Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.


Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,
karena yang cantik seperti bintang di langit
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.

Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,
menjaga diri dan tak mudah digoda.

Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.

**
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]
***

Mutiara,
yang berusaha menjadi seberharga namanya…

Diambil dari blognya mbak Mutiara http://mutiarasuamiku.blogspot.com

Ada

tiga amalan yang tidak terputus ketika manusia telah meninggal, salah satunya ilmu yang bermanfaat, semoga dengan saling berbagi ilmu dapat menambah bekal untuk di akherat kelak.Amin

CINTA Oh CINTA……

Wednesday, May 2nd, 2007

“ CINTA itu aneh ya ?” kata seorang sahabat padaku, “ Emang” jawabku singkat. Berangkat dari percakapan sederhana tersebutlah tulisan ini terinspirasi.

CINTA Oh CINTA….

Satu kata yang penuh misteri….

Satu kata dengan berjuta makna….

Satu kata yang mempunyai kekuatan luar biasa….

CINTA dengan kekuatannya mampu membuat orang waras menjadi gila, CINTA dengan segala kekuatannya mampu membuat orang sadis menjadi romantis, CINTA dengan segala kekuatannya mampu mengubah pemikiran yang rasional menjadi irasional, CINTA dengan segala kekuatannya mampu membuat orang melakukan apa saja demi mendapatkannya.

Banyak orang yang bahagia karena CINTA dan tidak sedikit pula orang terluka karenanya.

Tertawa sendiri, tersenyum sendiri, mereka bilang sedang jatuh CINTA.

Para

penCINTA saling berdekapan lebih erat diantara mereka.CINTA dan keragu-raguan tiada pernah diungkapkan dalam bahasa yang sama” kata Kahlil Gibran, Sang Maestro CINTA dari Padang Pasir.

Males makan, sedih berkepanjangan, sampai ingin loncat dari jembatan mereka bilang lagi putus CINTA.

“Dari dulu begitulah CINTA, deritanya tiada akhir”kata Pat Kay dalam cerita Mitologi Budha.

CINTA oh CINTA…

CINTA dilahirkan untuk menyapa dunia dan menjadi rahmat bagi semesta. Pohon berbuah karena CINTA, Angin berhembus karena CINTA, Hujan turun karena CINTA, Sungai mengalir karena CINTA, Matahari bersinar karena CINTA.

Cerita CINTA Majnun terhadap Laila yang sangat terkenal itu, menunjukkan bahwa Majnun akhirnya dibunuh oleh CINTAnya kepada Laila. Qarun dibunuh oleh CINTAnya kepada harta benda dan Fir’aun dibunuh oleh CINTAnya kepada kedudukan

Dan … sesungguhnya CINTA sejati itu adalah CINTA antara seorang hamba kepada penciptanya yaitu Allah SWT yang maha mencintai (Al-wadud).

(Dia mencintai mereka dan mereka mencintai Allah)

QS. Al - Ma’idah : 54

Jika CINTA orang yang mabuk asmara kepada Laila dan Salma,telah

Merampas hati dan pikiran.

Lalu,apa yang dilakukan oleh orang yang kasmaran, yang didalamnya

Mengalir rasa CINTA kepada Yang Maha Tinggi?

( syair dikutip dari buku La Tahzan)

Salam,

Violet Ros