SURAT UNTUK CALON SUAMI

Jakarta, 18 April 2007

Kepada Yts ,

Calon Suamiku yang masih ghaib

Di manapun kau berada

Assalammu’allaikum Wr.Wb

Hidup ini memang tak selamanya indah

tapi yakinlah bahwa keindahan itu ada

dalam hidup ini…

jangan kau tanya bagaimana kebahagiaan

tapi tempuhlah jalan menuju bahagia

apakah kau masih ragu akan kekuatan cinta

padahal cinta itu bukan sekedar kedamaian

tapi juga kebebasan dan kemerdekaan

seperti Imam Husein yang berkata:

"ikuti aku bila kau mau,

atau tinggalkan aku di padang karbela ini

jika kau suka"

dan tidak seperti Ziad bin Thariq yang berseru  : 

"lautan ada di belakangmu dan musuh ada di depanmu,

mundur kau akan ditelan lautan,

maju kau akan mati

atau mendapatkan makanan untuk menyambung hidupmu".

Biarlah orang mengatakan bahwa cinta itu buta

tapi jangan kau pandang aku dengan mata terpejam

cinta bukanlah kencan muda mudi ingusan

tapi cinta adalah pengertian, pemahaman dan

pengorbanan.

Kebersamaan dalam cinta adalah

kebersamaan ideologi walaupun raga saling terpisah

lihatlah orang-orang

yang menyia-nyiakan hartanya dikatakan mencintai setan

padahal mereka tak pernah kenal dengan setan

apalagi berkencan dengannya

kalau kau bilang cinta itu cengeng

maka sebenarnya kaulah yang cengeng

cinta memang identik dengan perdamaian

tapi di saat kedzaliman manusia telah melampaui batasnya,

maka perdamaian harus ditegakkan dengan kekerasan

pada saat itulah cinta membunuh, menghancurkan,

meluluh lantakan setiap kebatilan

itulah makna cinta sebagai kemerdekaan

karena cinta tak menghendaki penghambaan sesama

hamba kau bebas memilih

untuk mencintai atau tidak

tapi kau tak berhak untuk mencintaiku kemudian

meninggalkanku sesuka hatimu

aku bukanlah pakaian yang jika sudah bosan

lantas kau buka dan tinggalkan

tapi aku adalah cinta yang akan menjadi cinta kapan

dan di manapun …

maka jangan katakan cinta tanpa konsekuensi

tapi sekali kau ucapkan cinta

pantang kau cabut kembali

bersamaku kau akan menderita

bersamaku kau akan sengsara

bersamaku kau akan tertatih-tatih meniti

jalan menuju bahagia. 

Wassalammu’alaikum Wr.Wb.

3 Responses to “SURAT UNTUK CALON SUAMI”

  1. Aji Says:

    Bagus banget yaa…isi suratnya…

    Ides orangnnya kreatif ‘N idealis banget.

  2. Ibnu Says:

    Ehm Ehm… Siapa ya orangnya yang nantinya akan membaca surat ini dengan penghayatan yang lebih-karena penulisnya adalah istrinya sendiri-.

    Bagian terakhir yang bener aja mbak ?! :D

  3. Desmeli Says:

    Hmmm, siapa yah?

    Insya Allah mas Ibnu ^^

Leave a Reply