MunGkInKhah NyaWa MaSiH BerHarGa ?! :((
Dalam abad-abad yang susah, abad-abad tidak mengenal Tuhan, abad-abad hilangnya naluri kemanusiaan, abad-abad berkuasanya rezim-rezim kemungkaran, abad-abad dimana ungkapan Homo homini lupus yaitu manusia menjadi srigala bagi manusia lainnya telah menjadi kenyataan, abad-abad dimana tak kenal kawan maupun lawan jika membahayakan kedudukannya, sikat saja!
Inilah gambaran zaman sekarang, dimana dunia pendidikan tak lagi berfungsi sesuai namanya, kata mereka apalah arti sebuah nyawa?! SEBUAH NYAWA, catet ya!
Sebuah lembaga pendidikan pencetak pemimpin-pemimpin Negara, entah yang keberapa kalinyanya menjadi tempat peregangan nyawa. Injak Pukul Dorong Nah….mati!! (ups,jangan disingkat yah!). Sebuah lembaga pendidikan berkurikulum seperti di “sekolah Tarzan”, bedanya Tarzan masih punya hati nurani, Tarzan rela mati buat lindungi hutannya, Tarzan rela mati buat lindungi teman-temannya.
Nyawa tak bisa dibeli dengan Rupiah !
Adakah anda ingin menukar mata anda dengan emas sebesar gunung Uhud? atau menjual pendengaran anda seharga perak satu bukit?Apakah anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah anda hingga anda bisu? Maukah anda menukar kedua tangan anda dengan untaian mutiara? Apalagi sebuah nyawa!
Dimanakah dia simpan hatinya? Ketika berani menghapuskan harapan seorang Bunda pada anaknya. Dimanakah dia simpan hatinya? Ketika pipi seorang Bunda melepuh karena panasnya air mata.Dan dimanakah dia simpan hatinya? Ketika melihat hati seorang Bunda terluka sampai ke ulu hati perihnya.
Mari sama-sama berdo’a, mudah-mudahan ini untuk terakhir kalinya, jangan lagi ada linangan airmata untuk seorang Bunda,Mari sama-sama berdo’a agar tak ada lagi yang menghapuskan harapan dengan sengaja untuk seorang Bunda, Mari sama-sama berdoa semoga dibukakan pintu hati dari sang penguasa Negara.Cukup!Cukuplah sudah!
April 17th, 2007 at 9:00 pm
Klu Di tempat kuliahku sih majih ada Injak Pukul Dorong Nah..masih hidup :P,hihihi pokoknya masih dalam batas kewajaranlah
April 23rd, 2007 at 9:19 pm
Ntahlah Des, orang kya gitu ga punya hati nurani, coba aja dia berpikir secara simle…aja”’ seandainya yang jadi korbannya itu dia atau kerabatnya.
Semestinya orang yang berpendidikan kya gitu bisa berpikiran lebih luwes, lebih dewasa, bisa mempertimbang kan terlebih dahulu segala sebab akibatnya.
April 30th, 2007 at 9:03 pm
Setuju!…Brangkaaaaat
May 3rd, 2007 at 5:42 am
Ides main brangkat-brangkat aja…gini-gini aq juga mantan Praja Des……Praja Muda Krana alias PRAMUKA maksudnya, hehehe…..
May 3rd, 2007 at 5:45 am
Ides main brangkat-brangkat aja….gene-gene aq juga mantan Praja Des……Praja Muda Krana alias PRAMUKA maksudnya hehehe….