KeCiL – kEciL JaDi ManTEn :)
Jakarta sore ini, dari jendela kamar, kulihat matahari berwarna kemerah-merahan mulai tenggelam tanda malam mulai datang, setengah enam sore, masih ada waktu setengah jam lagi untuk menunggu waktu maghrib tiba, sambil menikmati indahnya matahari yang mulai tenggelam, iseng aku lihat majalah kartini punya tante, edisi bulan lalu.Asik membolak-balikkan halaman akhirnya ada suatu judul yang menarik perhatianku “Dua Murid SD di NTB Sepakat Naik ke Pelaminan”. Wah-wah-wah jadi penasaran nih kepengen baca. Dua murid SD tersebut bernama Us duduk di kelas 6 SD, sedangkan As duduk dikelas 5 SD (13 tahun) mereka berdua tinggal di desa yang berlainan, pertemuan mereka berawal ketika melayat ke rumah seorang tetangga di desa Us, banyak tamu dari desa lain yang juga datang melayat, salah satunya As, Us langsung terpanah asmara melihat senyum As, gadis yang baru duduk di kelas 5 SD itu [Warning I : Buat para cewek jangan sembarangan kasih senyum ke cowok yah! Kan tanggung jawab saya juga”ujar Us dewasa. [ jadi benar ungkapan : Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan ].
],Usai acara penguburan, As pulang ke desanya, diam-diam Us bergegas mengayuh sepedanya membuntuti As langsung kerumahnya. Sampai dirumah, orang tua As tidak menaruh curiga jika ada bocah lelaki yang menemui Putri keenam mereka itu [Warning II : Buat para ibu, harus tahu siapa saja yang menjadi teman putra-putri anda, gak boleh Cuex
] , Berbeda dengan cinta remaja yang biasanya dilakukan pendekatan terlebih dahulu, tidak dengan Us yang langsung mengutarakan cintanya, dan ternyata gayung bersambut(wah-wah-wah apa ini yah yang dibilang cinta pada pandangan pertama?!-gaswat! ). Baru tiga kali ngapel Us mengajak As lari dari rumahnya menuju rumah orangtua Us.Tiba di rumah orangtuanya, Us mengutarakan niatnya untuk menikahi As, jika mereka tidak dinikahkan, Us mengancam akan bunuh diri (apa bener yah cinta itu buta ? hhhmm jadi teringat kisah cintanya Layla-Majnun dari Arabia, Romeo-Juliet dari Roma dan Rara mendut-Pranacitra dari negeri kita).Karena takut ancaman akan benar dilakukan oleh Us maka akhirnya merekapun dinikahi [aku sampai senyum-senyum sendiri melihat foto nikahan mereka yang ada dimajalah tersebut, hihihi jasnya Us kebesaran tuh :D, tapi dari hati yang paling dalam aku mengakui keberanian mereka berdua, belia namun berani berkomitmen]. Jika keduanya sudah akhil baliq , maka boleh dinikahkan, dan ada kata-kata Us yang membuat aku tertegun, sebagaimana yang aku kutip dari majalah kartini, “ Kami ini orang miskin, jadi cukup bulan madunya sampai malam ketiga saja, Selebihnya saya harus menunjukkan tanggung jawab sebagai suami. Sebab, nantinya bukan cuma As tanggung jawab saya. Tahun depan mungkin ada anak yang akan lahir.
Dari kisah diatas, semoga mereka memang telah siap lahir dan batin untuk siap masuk kedalam biduk rumah tangga,mengetahui dan menjalankan betul hak dan kewajiban sebagai suami maupun istri.Para sahabat nabi juga banyak yang menikah muda, diantaranya Amru, r.a. menikah pada usia 12 tahun, Sayidina Ali bin Abitholib r.a menikah pada usia 16 tahunn, Kemudian Muhammad Abduh Wahab menikah pada usia 12 tahun. Jangan lupa bahwa setan saja menjerit ketika menyaksikan ada sepasang pemuda yang menyegerakan pernikahannya karena setan akan merasa kesulitan untuk menggoda atau menjerumuskannya kedalam lembah perzinahan. Sesuai dengan sabda Rosulullah SAW, yang artinya :
“ Tiap Pemuda yang menikah pada usia muda, maka menjeritlah setan sambil berkata, Celakalah aku telah terpeliharalah daripadaku agamanya.”
(HR. Ibnu Asy)
So, what do you waiting for….?
Salam,
Violet Ros
April 30th, 2007 at 5:52 pm
nikah dini emang bagus buat menghindari zina, tp jgn asal nikah doang, tapi sperti dibilang di tulisan di atas, pasangan itu harus sudah siap lahir dan batin untuk siap masuk kedalam biduk rumah tangga. jangan sampai nantinya rumahtangganya brantakan karena kurang ilmunya.
what i’m waiting for?
hmmm…,waiting for the right person at the right time. he…he. ^_^
May 3rd, 2007 at 5:21 am
jadi pingin manten …8->