Archive for April, 2007

KeCiL – kEciL JaDi ManTEn :)

Monday, April 30th, 2007

Jakarta sore ini, dari jendela kamar, kulihat matahari berwarna kemerah-merahan mulai tenggelam tanda malam mulai datang, setengah enam sore, masih ada waktu setengah jam lagi untuk menunggu waktu maghrib tiba, sambil menikmati indahnya matahari yang mulai tenggelam, iseng aku lihat majalah kartini punya tante, edisi bulan lalu.Asik membolak-balikkan halaman akhirnya ada suatu judul yang menarik perhatianku “Dua Murid SD di NTB Sepakat Naik ke Pelaminan”. Wah-wah-wah jadi penasaran nih kepengen baca. Dua murid SD tersebut bernama Us duduk di kelas 6 SD, sedangkan As duduk dikelas 5 SD (13 tahun) mereka berdua tinggal di desa yang berlainan, pertemuan mereka berawal ketika melayat ke rumah seorang tetangga di desa Us, banyak tamu dari desa lain yang juga datang melayat, salah satunya As, Us langsung terpanah asmara melihat senyum As, gadis yang baru duduk di kelas 5 SD itu [Warning I : Buat para cewek jangan sembarangan kasih senyum ke cowok yah! :P ],Usai acara penguburan, As pulang ke desanya, diam-diam Us bergegas  mengayuh sepedanya membuntuti As langsung kerumahnya. Sampai dirumah, orang tua As tidak menaruh curiga jika ada bocah lelaki yang menemui Putri keenam mereka itu [Warning II : Buat para ibu, harus tahu siapa saja yang menjadi teman putra-putri anda, gak boleh Cuex :( ] , Berbeda dengan cinta remaja yang biasanya dilakukan pendekatan terlebih dahulu, tidak dengan Us yang langsung mengutarakan cintanya, dan ternyata gayung bersambut(wah-wah-wah apa ini yah yang dibilang cinta pada pandangan pertama?!-gaswat! ). Baru tiga kali ngapel Us mengajak As lari dari rumahnya menuju  rumah orangtua Us.Tiba di rumah orangtuanya, Us mengutarakan niatnya untuk menikahi As, jika mereka tidak dinikahkan, Us mengancam akan bunuh diri (apa bener yah cinta itu buta ? hhhmm jadi teringat kisah cintanya Layla-Majnun dari Arabia, Romeo-Juliet dari Roma dan Rara mendut-Pranacitra dari negeri kita).Karena takut ancaman akan benar dilakukan oleh Us maka akhirnya merekapun dinikahi [aku sampai senyum-senyum sendiri melihat foto nikahan mereka yang ada dimajalah tersebut, hihihi jasnya Us kebesaran tuh :D, tapi dari hati yang paling dalam aku mengakui keberanian mereka berdua, belia namun berani berkomitmen]. Jika keduanya sudah akhil baliq , maka boleh dinikahkan, dan ada kata-kata Us yang membuat aku tertegun, sebagaimana yang aku kutip dari majalah kartini, “ Kami ini orang miskin, jadi cukup bulan madunya sampai malam ketiga saja, Selebihnya saya harus menunjukkan tanggung jawab sebagai suami. Sebab, nantinya bukan cuma As tanggung jawab saya. Tahun depan mungkin ada anak yang akan lahir.

Kan

tanggung jawab saya juga”ujar Us dewasa. [ jadi benar ungkapan : Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan ].

Dari kisah diatas, semoga mereka memang telah siap lahir dan batin untuk siap masuk kedalam biduk rumah tangga,mengetahui dan menjalankan betul hak dan kewajiban sebagai suami maupun istri.Para sahabat nabi juga banyak yang menikah muda, diantaranya Amru, r.a. menikah pada usia 12 tahun, Sayidina Ali bin Abitholib r.a menikah pada usia 16 tahunn, Kemudian Muhammad Abduh Wahab menikah pada usia 12 tahun. Jangan lupa bahwa setan saja menjerit ketika menyaksikan ada sepasang pemuda yang menyegerakan pernikahannya karena setan akan merasa kesulitan untuk menggoda atau menjerumuskannya kedalam lembah perzinahan. Sesuai dengan sabda Rosulullah SAW, yang artinya :

“ Tiap Pemuda yang menikah pada usia muda, maka menjeritlah setan sambil berkata, Celakalah aku telah terpeliharalah daripadaku agamanya.”

(HR. Ibnu Asy)

So, what do you waiting for….?

Salam,

Violet Ros

Ukur kemampuanmu, kemampuanku

Thursday, April 26th, 2007

Ada cerita yang paling aku suka dari instruktur ketika ikut pada acara public training The Power of Empathy in Leadership beberapa waktu yang lalu, beliau menceritakan tentang percakapan ayah dan anak yang sedang jalan berdua ketika kota mereka dilanda banjir, sang anak berkata pada sang ayah “ ayah, banjirnya besar sekali “ sambil berjalan dengan susah payah untuk berusaha melawan air banjir yang ternyata tingginya sebatas leher sang anak, dan sang ayahpun menjawab “ tidak kok, banjirnya hanya biasa saja “ ayah menjawab demikian karena air banjir sangat mudah ia lewati dan tingginya hanya sebatas lutut sang ayah. Mungkin saja sang anak akan mengakui bahwa banjir itu hanya biasa saja, tapi tunggu setelah ia sebesar ayah. Dari cerita tersebut kita disuruh berfikir bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, jadi jangan memaksa seseorang melakukan sesuatu melebihi kapasitasnya, mungkin kita pernah mendengar atau mengalami sendiri seorang bos yang berkata “ mengapa anda lama sekali mengerjakan ini dan itu, sedangkan saya mengerjakannya hanya dalam hitungan menit!” bos ini ternyata lulusan S3 dari luar negeri dengan pengalaman kerja yang telah puluhan tahun berkata kepada karyawannya yang hanya lulusan SMU dengan pengalaman kerja masih dalam hitungan bulan, mungkin sang karyawan mampu mengerjakan tugas ini dan itu dalam hitungan menit, tapi tunggu jika diapun mampu menyelesaikan sekolah S3nya atau paling tidak mempunyai pengalaman kerja yang telah puluhan tahun. Sabar ya Pak, Bu, kemampuanku tidak sama dengan kemampuanmu dan para ahli jiwa sering mengatakan, “Buatlah batasan yang rasional (wajar) untuk setiap hal!”

Dalam hal inipun Allah berfirman :

Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu

(QS. Ath-Thalaq:3)

Yakni, letakkanlah setiap persoalan sesuai dengan ukuran, bobot dan kadarnya. Janganlah sekali-kali kita melakukan kezaliman dan melampaui batas.

Salam,

Violet Ros

Selamat Jalan …..

Thursday, April 26th, 2007

Ketika menulis ini,aku berada disalah satu hotel di sudut

Jakarta

, ditugaskan menjaga public training yang diadakan oleh kantor. Duduk di meja registerasi, membantu para peserta yang minta ini dan itu, mengingatkan waktu coffee break dan makan siang, beramah tamah dan sedikit basa-basi. Melihat orang lalu lalang, mondar-mandir didepanku, ada yang pakai dasi lengkap dengan jasnya sibuk mengangkat handphone yang tiap menit berdering, ada yang pakai kaos oblong dipadu dengan jeans belel bercanda tawa dengan kawannya, ada yang pakai rok mini baju yukensi duduk santai rias wajah dengan polesan di sana sini, dua wanita berjilbab melintas didepanku dengan senyum manisnya, pelayan hotel yang mondar mandir razia piring dan gelas kotor, sesekali peserta training keluar dari kelas menuju ke toilet untuk buang air. Semua tak saling peduli, sibuk dengan urusannya masing-masing. Dalam kesendirian, teringat kabar kemarin dari kakak sepupu tentang kak Neti yang juga masih mempunyai hubungan keluarga denganku, telah dulu dipanggil oleh Allah, terkejut, baru dua bulan yang lalu aku mengunjunginya, bercanda bersama, tertawa, bercerita, dan keadaan fisiknyapun dalam keadaan sehat-sehat saja. Tapi Allah berkehendak lain, inilah waktunya. Selamat jalan kak Neti, maaf aku tak bisa mengantar ketempat peristirahatanmu yang terakhir. Semoga Allah menerima semua amal baikmu dan menghapuskan segala khilaf dan salahmu. Amin

Puisi ini tercipta untukmu :

Kemarin … kau bersenda gurau denganku

Gelak tawamu memecahkan kesunyian yang membeku

Kita bercerita tentang langit dan bintang

Tentang belalang di padang ilalang

                   

Kemarin … kau masih sempat tanya kabarku

                     Tentang ini dan itu, begini dan begitu

                     Tak terasa teh ini sudah tiga kali di sedu

                     Maklumlah, kami jarang bertemu

Tapi hari ini … aku dapat kabar, kabar tentangmu

Katanya Tuhan telah memanggilmu

Untuk segera bertemu

‘Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun’

Terdiamku termangu

                     Ah,rasanya baru kemarin

                     Kita bercerita tentang langit dan bintang

                     Tentang belalang di padang ilalang

                     Teh buatanmu pun masih terasa manis ditenggorokan

                     Semanis tutur kata dalam sapaan

Selamat jalan saudaraku, tunggu aku dipersimpangan

Hari ini giliranmu

Mungkin malam, ini, esok atau lusa adalah giliranku

Siapa yang tahu ?

Selamat jalan saudaraku

Doa saudara dan handai taulan menyertai langkahmu

( Maka apabila telah datang ajalnya, mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) memajukannya )

   (QS : An-Nisa :78)

Imam Safi’i berkata :

Biarkan hari-hari melakukan apa yang dia mau,

Dan relakan jiwamu jika qadha’ telah ditetapkan.

Jika qadha’ telah turun,

Tak ada yang sanggup mencegahnya, tidak juga bumi dan langit.

Salam,

Violet Ros

SURAT UNTUK CALON SUAMI

Wednesday, April 18th, 2007

Jakarta, 18 April 2007

Kepada Yts ,

Calon Suamiku yang masih ghaib

Di manapun kau berada

Assalammu’allaikum Wr.Wb

Hidup ini memang tak selamanya indah

tapi yakinlah bahwa keindahan itu ada

dalam hidup ini…

jangan kau tanya bagaimana kebahagiaan

tapi tempuhlah jalan menuju bahagia

apakah kau masih ragu akan kekuatan cinta

padahal cinta itu bukan sekedar kedamaian

tapi juga kebebasan dan kemerdekaan

seperti Imam Husein yang berkata:

"ikuti aku bila kau mau,

atau tinggalkan aku di padang karbela ini

jika kau suka"

dan tidak seperti Ziad bin Thariq yang berseru  : 

"lautan ada di belakangmu dan musuh ada di depanmu,

mundur kau akan ditelan lautan,

maju kau akan mati

atau mendapatkan makanan untuk menyambung hidupmu".

Biarlah orang mengatakan bahwa cinta itu buta

tapi jangan kau pandang aku dengan mata terpejam

cinta bukanlah kencan muda mudi ingusan

tapi cinta adalah pengertian, pemahaman dan

pengorbanan.

Kebersamaan dalam cinta adalah

kebersamaan ideologi walaupun raga saling terpisah

lihatlah orang-orang

yang menyia-nyiakan hartanya dikatakan mencintai setan

padahal mereka tak pernah kenal dengan setan

apalagi berkencan dengannya

kalau kau bilang cinta itu cengeng

maka sebenarnya kaulah yang cengeng

cinta memang identik dengan perdamaian

tapi di saat kedzaliman manusia telah melampaui batasnya,

maka perdamaian harus ditegakkan dengan kekerasan

pada saat itulah cinta membunuh, menghancurkan,

meluluh lantakan setiap kebatilan

itulah makna cinta sebagai kemerdekaan

karena cinta tak menghendaki penghambaan sesama

hamba kau bebas memilih

untuk mencintai atau tidak

tapi kau tak berhak untuk mencintaiku kemudian

meninggalkanku sesuka hatimu

aku bukanlah pakaian yang jika sudah bosan

lantas kau buka dan tinggalkan

tapi aku adalah cinta yang akan menjadi cinta kapan

dan di manapun …

maka jangan katakan cinta tanpa konsekuensi

tapi sekali kau ucapkan cinta

pantang kau cabut kembali

bersamaku kau akan menderita

bersamaku kau akan sengsara

bersamaku kau akan tertatih-tatih meniti

jalan menuju bahagia. 

Wassalammu’alaikum Wr.Wb.

MunGkInKhah NyaWa MaSiH BerHarGa ?! :((

Tuesday, April 17th, 2007

Dalam abad-abad yang susah, abad-abad tidak mengenal Tuhan, abad-abad hilangnya naluri kemanusiaan, abad-abad berkuasanya rezim-rezim kemungkaran, abad-abad dimana ungkapan Homo homini lupus yaitu manusia menjadi srigala bagi manusia lainnya telah menjadi kenyataan, abad-abad dimana tak kenal kawan maupun lawan jika membahayakan kedudukannya, sikat saja!

Inilah gambaran zaman sekarang, dimana dunia pendidikan tak lagi berfungsi sesuai namanya, kata mereka apalah arti sebuah nyawa?! SEBUAH NYAWA, catet ya!

Sebuah lembaga pendidikan pencetak pemimpin-pemimpin Negara, entah yang keberapa kalinyanya menjadi tempat peregangan nyawa. Injak Pukul Dorong Nah….mati!! (ups,jangan disingkat yah!). Sebuah lembaga pendidikan berkurikulum seperti di “sekolah Tarzan”, bedanya Tarzan masih punya hati nurani, Tarzan rela mati buat lindungi hutannya, Tarzan rela mati buat lindungi teman-temannya.

Nyawa tak bisa dibeli dengan Rupiah !

Adakah anda ingin menukar mata anda dengan emas sebesar gunung Uhud? atau menjual pendengaran anda seharga perak satu bukit?Apakah anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah anda hingga anda bisu? Maukah anda menukar kedua tangan anda dengan untaian mutiara? Apalagi sebuah nyawa!

Dimanakah dia simpan hatinya? Ketika berani menghapuskan harapan seorang Bunda pada anaknya. Dimanakah dia simpan hatinya? Ketika pipi seorang Bunda melepuh karena panasnya air mata.Dan dimanakah dia simpan hatinya? Ketika melihat hati seorang Bunda terluka sampai ke ulu hati perihnya.

Mari sama-sama berdo’a, mudah-mudahan ini untuk terakhir kalinya, jangan lagi ada linangan airmata untuk seorang Bunda,Mari sama-sama berdo’a agar tak ada lagi yang menghapuskan harapan dengan sengaja untuk seorang Bunda, Mari sama-sama berdoa semoga dibukakan pintu hati dari sang penguasa Negara.Cukup!Cukuplah sudah!

Nyanyian Rindu ^_^

Thursday, April 12th, 2007

Ada

suara merdu terdengar

Sayup-sayup terbawa angin, kabarkan bunga ditaman.

Semua bersorak kegirangan

Oh, apakah gerangan?!

Ada suara merdu terdengar

Suara itu…

Ya! suara yang dulu sering kudengar

menyanyikan nyanyian rindu

lembut mengalun, menyentuh qolbu

namun terasa menggelegar

Saat semua terlelap, ada tangan menyentuh

Mushaf dibuka lembut

Lalu, lagu indah terlantun dari mulut

Zikir dan do’a jadi penutup

Angin kabarkan bunga ditaman

Semua bersorak kegirangan

Teruslah…teruslah bernyanyi hingga malam berganti pagi

Sambut mentari dengan senyuman.

Dan penuh harapan .

Teruntuk yang terindah adik-adik ku, ingatlah Jika malam telah memuncak pekatnya, tak lama lagi fajar akan terbit”

Batas Kehidupan

Thursday, April 5th, 2007

Entah darimana datangnya, siapa dan mau apa dia, tiba-tiba saja dia nge-add YM aku, singkat cerita kami jadi teman dan saling berbagi cerita, tentang kehidupan, tentang perjuangan hidup dan yang paling memberi kesan adalah tentang kematian, sebuah kenyataan yang orang enggan mendengar, sebuah kenyataan yang orang akan merasa takut berhadapan dengannya, sebuah kenyataan yang slalu ingin dihindarkan, sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan buat mereka yang ditinggalkan.

Hari itu seperti biasa dia menyapa aku, dia bercerita bahwa tadi malam telah memimpikan aku, kemudian menawarkan padaku mau atau tidak untuk mendengarkan mimpinya , didorong rasa penasaran kemudian jari-jariku mengetikan sebuah kata YA ,dan dia mulai dengan ceritanya :

                “ Dalam mimpiku aku kedatangan seorang nenek-nenek dia menitipkan sebuah kotak hitam untuk disampaikan padamu, aku bilang aku gak kenal sama kamu, tetapi dia terus memaksa aku untuk memberikan kotak hitam itu, setelah dia pergi aku binggung bagaimana menyampaikannya kepada kamu, aku gak tau nomor handphone kamu, aku gak tau alamat rumah kamu, akhirnya aku buka kotak hitam itu, kamu mau tau apa isi kotak hitam itu?!”

lagi-lagi rasa penasaran singgah di hatiku “ YA” jawabku.

                “ Kain Kafan “ ketiknya.

Teg…satu detik kurasakan jantungku berhenti, bibirku bergetar, setetes demi setetes telapak tanganku mengeluarkan keringat dari pori-porinya, tiba-tiba saja aku merasa kedinginan, tanpa kusadari mataku telah berkaca-kaca,untuk sekian lamanya aku Speechless.

                “ kamu masih disana?!,kamu gak apa-apa?!, masih mau tau terusannya gak?” panggilannya membuatku sadar dari rasa kaget, dengan lemas akupun mulai mengetik “ya, aku masih disini, aku gak apa-apa, silahkan teruskan lagi ceritanya”

                “Di hari kedua nenek itu menemuiku lagi, dia marah-marah padaku, dia bilang aku sudah lancang membuka kotak hitam itu, dan dia pun mengatakan bahwa aku tidak amanat, yang namanya amanat itu harus disampaikan, tetapi aku memberikan alasanku padanya, dengan rasa kesal kubilang pada nenek itu aku tidak kenal kamu, aku gak tahu nomor handphone kamu dan aku juga gak tau alamat rumah kamu, tetapi nenek itu gak mau perduli dengan alasanku, lagi-lagi dia menitipkan sebuah kotak hitam kedua untuk diberikan padamu, kamu mau tahu isi kotak hitam kedua itu?!”

Dengan tangan gemetar aku ketikkan lagi kata “YA”

                ”Batu nisan bertuliskan namamu, dan ada tanggal wafatnya yaitu tanggal 25 Agustus 2007”

Teg….kurasakan lagi untuk beberapa detik jantungku berhenti, bibirku bergetar, kali ini kuucapkan Astaghfirrullahhal’azim,telapak tanganku telah basah oleh keringat, kurasakan badanku menggigil, mataku telah mengeluarkan air yang dari tadi ditampungnya sehingga membuat ”anak sungai” dikedua pipiku, berkali-kali kucoba menenangkan diri, tarikkan nafas yang kuat kemudian menghembuskannya perlahan-lahan tidak cukup ampuh mengusir rasa gelisahku, kucoba ambil air putih dan kuminum sebanyak-banyaknya, biasanya cara ini cukup ampuh ntuk mengusir rasa yang menyesakkan dada, tapi kali ini tidak juga ampuh sama sekali.

Kucoba mengingkari mimpi itu dengan berkata ”ah, itukan hanya mimpi!” , kucoba untuk melupakan pelajaran yang dulu pernah diberikan oleh guru ngaji aku tentang malaikat Israil, sang penyabut nyawa, yang setiap saat, ntah mungkin malam ini, besok pagi, lusa atau dilain hari, dengan cara yang sama sekali tidak kita duga dia pasti datang menjemput aku, kamu, dia, kalian dan kita semua yang bernyawa ,tidak ada satupun kekuatan yang mampu menahannya meski hanya sebentar.

Berfikir sejenak, sudah cukupkan bekal yang akan kubawa nanti? Sanggupkah aku menjalankan kehidupan sesudah mati? Dapatkah kupertanggungjawabkan semua perbuatanku selama hidup di dunia? Tiba-tiba saja mendadak kepalaku merasa pusing, perutku mual, aku hanyalah sebuah debu di jalanan, masih ada waktu tapi ntah sampai kapan, dapatkah kuubah diriku menjadi sebuah berlian dan menjadi orang-orang pilihan.

Bila Israil datang memanggil, seluruh tubuh rasa menggigil…

Bila Israil datang memanggil, sekujur tubuh kaku di pembaringan…..

(kira-kira syair lagunya seperti itu, lagu yang sekitar 15 tahunan lalu aku sering menyanyikannya….sekarang kupaksa untuk mengingat, tetapi tetap tak bisa mengingat, hiks …)

Siapapun engkau, dimanapun engkau berada, yang hanya memberikan identitas bernama Iwan Ridwan dari Tasik (gak tau ini  nama sungguhan atau tidak) dan Id tackz mania, aku ucapkan terimakasih telah menceritakan mimpimu, gak tau kok sampai bisa mimpiin aku, yang jelas kamu sudah mengingatkan aku tentang batas kehidupan yaitu kematian dan kehidupan setelah mati. Tentang sebenarnya tujuan manusia hidup.mudah-mudahan dengan ini aku bisa introspeksi dan memperbaiki diri. Thank u my friend ^^.

Dan buat teman2ku di FS baik yang pernah kontak langsung dengan aku maupun hanya di dunia maya, aku minta maaf jika ada kata, perbuatan dan sikap yang kurang berkenan di hati teman2 dan kepada Allah aku minta ampun. Jodoh, rezeki, hidup dan mati tidak akan ada seorang makhlukpun yang akan mengetahui dengan siapa, berapa banyak dan kapan akan kita dapatkan kecuali Allah S.W.T yang maha mengetahui.