My LuV NeVEr DiE
Wednesday, January 3rd, 2007Kematian memang menyisakan kepedihan yang mendalam bagi orang yang ditinggalkannya,hanya saja tak ada seorang makhlukpun di dunia ini yang mampu melawan kehendak-Nya.Karena pada hakikatnya seluruh alam beserta isinya adalah kepunyaan-Nya, kita ditugaskan hanya untuk saling titip dan saling menjaga.
Aku jadi teringat ibuku, tak terasa sudah tujuh tahun ibu tidak bersama kami.Ah, pedih rasanya jika teringat hal itu,terkadang aku merasa Tuhan tidak adil, mengapa Ia begitu cepat memanggil ibuku sementara kami masih sangat membutuhkannya, apakah aku dan keluargaku telah membuat suatu kesalahan sehingga Tuhan murka dan mengambil sesuatu yang sangat kami cintai, tetapi aku sadar bahwa hidup bukanlah matematika yang jika 2 + 2 = 4 (jawabannya sudah pasti 4) tapi hidup adalah jawaban yang dinamis, misalkan amal + amal ≈ kebaikan (kebaikan versi kita seperti banyak rejeki, success dalam cita dan cinta, atau apapun yang disebut kebahagian dunia) bisa saja jawabanya adalah cobaan yang kebaikan didalamnya hanya Allah yang tahu, Walahu a’lam bish-shawab.
Aku ikhlas, tapi terkadang aku sedih jika teringat engkau ibuku,kebaikan,kasih sayang,tempat curhat,perlindungan yang aku merasa aman jika dekat denganmu,kini tak lagi bisa kurasakan, terkadang aku suka cemburu pada teman-temanku yang sering bercerita tentang ibu mereka, aku hanya bisa tersenyum pahit, bukan!bukan karena aku benci mereka atau tak senang dengan kebahagian mereka, aku hanya cemburu karena kebahagian yang mereka miliki tidak akan aku miliki lagi sepajang sisa hidupku.
Tapi mudah-mudahan dibalik ini semua ada hikmah yang bisa aku petik.Aku gak yakin jika masih ada ibu, aku bisa sekuat ini menghadapi persoalan-persoalan hidup yang datang silih berganti, seolah-olah enggan berhenti! Teringat, waktu SMP aku pernah ikut pesantren kilat yang mengharuskan diasrama selama 1 minggu, pada hari ke tiga aku menangis, kangen denganmu bu, kenapa sih gak tengokin aku? Jujur aku kangen berat karena baru sekali itu aku pisah denganmu, akhirnya hari keempat engkau datang juga, ah senang sekali hatiku saat itu.
Tuhan, jika engkau tak mengizinkan aku bahagia dengan kau ambilnya ibu ku, maka biarkan aku bahagia dengan kau berikan “ibu-ibu” yang lain untukku. Tuhan, Engkau tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuanku
kan ? Thank’s God
Mam, thank’s for all do the best 4 me and this’is song 4 u….love u so much and never die!
Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Pengen cium jidat, pengen cium pipi, pengen peluk erat meski Cuma lewat mimpi……miss u so much mam,