*”SyuKuR”*
"Neng,kerupuk" panggil kakek penjual kerupuk langganan kami padaku yang kebetulan papasan dengannya di jalan " iya kek, jawab ku" akupun bergegas mengambil kaleng kosong tempat kerupuk, dan segera memberikan kepadanya "ini kek"sambil si Kakek penjual kerupuk memasukkan kerupuk2nya ke kaleng hingga penuh…akupun memperhatikan si kakek dari ujung kaki sampe ujung kepala..dan ku prediksikan umurnya sekitar kurang lebih 65 tahun…fisiknya yang telah lemah, kulitnya yang telah keriput, suaranya yang lirih dan warna bola matanya yang telah pudar berwarna keabu-abuan…membuatku ingin mengetahui sesuatu darinya " Kek rumahnya dimana"selidikku ingin tau "di Bintaro Neng" jawab si kakek tanpa memalingkan mukanya kearahku"Jauh banget Kek"kataku, karena memang Kebun Jeruk-Bintaro sangat jauh….jika ditempuh dengan sepeda gerobak punya si kakek.." Emangnya kakek kalo dari rumah jam berapa???" …rasa ingin tau ku pun semakin dalam.."Berangkat dari rumah jam 1 malam neng, kalau kerupuknya tidak habis biasanya saya suka nginap di Ciputat tempat teman….dan kalau habis ambil lagi di Bintaro"jawabnya lirih…membuat hatiku terenyuh…SUBHANALLAH…si Kakek berumur kurang lebih 65 tahun dengan fisiknya yang telah kelihatan melemah, kulit yang telah keriput, suaranya yang lirih dan bola matanya yang telah memudar berwarna keabu-abuan berjuang untuk menghidupi keluarganya disaat semua orang tertidur lelap, disaat orang sedang menikmati mimpi indahnya, Ya…JAM 1 Malam!!!!!
10 menit percakapan dengan si Kakek sangat memberiku pelajaran yang tak ternilai harganya..,memberiku pelajaran tentang Rasa Syukur, Survive untuk hidup dan tidak cepat putus asa…kejadian ini membuatku semakin dewasa.
"Jika Untuk Urusan Dunia Maka Lihatlah Kebawah, agar kita lebih merasa bersyukur"
dan
"Jika Untuk urusah Akherat Maka Lihatlah Keatas, agar kita lebih memperbanyak amal ibadah"
March 6th, 2007 at 5:32 pm
SETUJU!!!
(^_^)
Adi
March 8th, 2007 at 6:18 pm
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di dalam hadits shahih, beliau bersabda.
“Artinya : Pandanglah orang yang lebih bawah darimu (dalam hal materi), dan jangan kamu pandang orang yang lebih atas darimu. Hal itu lebih cocok bagimu, agar kamu tidak merendahkan ni’mat Allah yang dikaruniakanNya kepadamu”.